Wapres Chen: Karena Politik, 23 Juta Orang Taiwan Menjadi Yatim Piatu Dalam Masalah Kesehatan Global

138
Wakil Presiden Taiwan, Chen Chien-jen

Taiwan menuding China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah bersekongkol untuk tujuan politik agar Taiwan tidak dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan penting. Taiwan juga mengecam WHO tidak merespons permintaan informasi virus corona dari Taiwan dan telah salah melaporkan jumlah yang terinfeksi di negara pulau tersebut.

Wakil Presiden Taiwan, Chen Chien-jen menyampaikan kritik kerasnya bahwa WHO melupakan profesionalisme dan netralitasnya, menempatkan kepentingan politik di atas kesehatan.

“Sayangnya, karena alasan politik, 23 juta orang Taiwan telah menjadi yatim piatu dalam sistem kesehatan global,” kata Chen yang juga seorang ahli epidemiologi terlatih lulusan AS, kepada wartawan di kantor kepresidenan di Taipei, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/5).

“Tentang pneumonia Wuhan, kami kebanyakan mengkritik mereka karena bertindak terlalu lambat,” katanya.

Chen mengatakan dunia perlu berhati-hati dengan jumlah virus China, dan mendesak Beijing untuk lebih transparan dan menangani virus dengan baik.

Taiwan telah mengajukan agar negara itu dapat menghadiri pertemuan Majelis Kesehatan Dunia WHO.

China keberatan. Di Beijing, juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian mengatakan, dasar Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHO dirusak oleh penolakan Partai Progresif Demokratik yang berkuasa untuk mengakui bahwa pulau itu adalah bagian dari China.

Tidak ada dasar hukum untuk ‘wilayah non-berdaulat’ untuk berpartisipasi sebagai pengamat, tambah Zhao.

WHO dan China telah membantah semua tuduhan itu dengan mengatakan Taiwan telah mendapat semua bantuan yang diperlukan.

Sementara Amerika Serikat mendukung upaya Taiwan mendapat akses penuh ke WHO, menyebabkan perselisihannya dengan China kian sengit.

Sumber Berita / Artikel Asli : rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here