Sindir Pemerintah dan Buzzer, Refly Harun: Kalau Saya Jadi Penguasa, Saya Biarkan Orang Mengkritik

193

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan sindiran kepada pemerintahan, termasuk kepada para buzzernya.

Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menilai pemerintah saat ini sibuk menyiapkan buzzer untuk melindungi dari kritik yang diberikan oleh publik.

Menurut Refly Harun, kondisi seperti itu justru membahayakan sistem negara yang bersifat demokrasi.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengaku menuai banyak hujatan seusai mengomentari soal konflik mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan., Minggu (10/5/2020).
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan sindiran kepada pemerintahan, termasuk kepada para buzzernya. (YouTube Refly Harun)
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-Inside-MediumRectangle’); });

Hal ini disampakannya dalam tayangan Youtube pribadi Refly Harun, Minggu (10/5/2020).

“Tapi yang paling berbahaya adalah kritik kita dibungkam, baik melalui aparatur negara, agen-agen resmi maupun melalui perantara buzzer,” ujar Refly Harun.

“Jadi peran para buzzer dan fans klub,” imbuhnya.

Bahkan kejadian yang berhubungan dengan buzzer pernah dirasakan sendiri oleh Refly Harun.

Menurut Refly Harun serangan dari buzzer tersebut terjadi setelah menuliskan cuitan di akun Twitter pribadinya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-AdAsia’); });

<!–//<![CDATA[
var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://ads8.kompasads.com/new/www/delivery/ajs.php':'http://ads8.kompasads.com/new/www/delivery/ajs.php');
var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
document.write ("”);
//]]>–>

Cuitan tersebut dinilai buzzer sebagai kritik kepada pemerintah.

Dalam cuitan dirinya hanya membenarkan bahwa tugas dari para intelek adalah mengkritik pemerintah.

Dan sebaliknya, jika mereka mengkritik orang yang memberikan kritik maka dia bukanlah intelektual melainkan hanyalah buzzer.

“Saya pernah nge-tweet baru-baru ini, padahal tweet-nya biasa aja ‘Seorang intelektual itu adalah orang yang mengkritik pemerintah. Kalau dia mengkritik pengkritik pemerintah namanya buzzer atau fans klub’,” ungkapnya.

“Wah rupanya diserang habis-habisan saya sama para buzzer dan fans klub,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Refly Harun mengaku kaget lantaran buzzer ternyata ada orang yang cerdas, yang seharusnya justru memberikan kritik kepada pemerintah.

Kritik dari buzzer tersebut tidak hanya membahas soal bunyi kritik yang ditulis, namun sampai mengulas sisi kehidupan pribadi Refly Harun.

“Dan celakanya buzzer dan fans klub itu bukan orang biasa, orang intelek juga,” jelas Refly Harun.

“Bahkan membuat artikel panjang tentang saya dan saya tidak balas, saya biarkan saja.”

“Menggugat soal sekolah lah, soal apalah, macam-macam dan lain sebagainya,” sambungnya.

Dirinya pun mengaku sempat ingin membalas argumen dari buzzer intelek tersebut.

Namun, ia berpikir tidak ada gunanya meladeni buzzer, selain itu juga ditakutkan justru menciptakan masalah baru.

“Ini yang sebenarnya memperihatinkan, saya mau bikin tweet yang baru sebenarnya.”

“Tapi akhirnya saya tidak bikin daripada menimbulkan polemik yang enggak karu-karuan,” kata Refy Harun.

Refly Harun akhirnya mengungkapkan bunyi cuitan yang akan dituliskan namun tidak jadi tersebut.

Dirinya memposisikan jika sedang menjadi penguasa, maka akan membiarkan semua orang bebas untuk memberikan kritik kepadanya.

Ia mengaku tidak akan meminta buzzer untuk melindungi ataupun membalaskan kritik tersebut kepada orang yang memberikan kritik.

Menurutnya, keberadaan buzzer merupakan kumpulan orang yang kurang kerjaan.

“Yaitu adalah ‘Kalau saya jadi penguasa, saya akan biarkan orang mengkritik saya. Tapi saya tidak akan biarkan orang yang megatasnamakan diri saya membalas kritik atau membungkam kritik kepada para pengkritik,” jelas Refly.

“‘Kalau saya jadi penguasa saya tidak akan menggunakan peran para buzzer dan fans klub’.”

“Karena buzzer dan fans klub itu kan orang kurang kerjaan,” pungkasnya.

 Simak videonya mulai menit ke-1.34:

 

Sumber Berita / Artikel Asli : TribunWow

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here