Pelayan Pribadi Donald Trump Positif Covid-19

161

Seorang anggota militer Amerika Serikat (AS) yang bekerja sebagai valet atau pelayan pribadi Presiden Donald Trump, dinyatakan positif terinfeksi virus korona (Covid-19).

“Kami baru-baru ini diberitahu oleh unit medis Gedung Putih bahwa seorang anggota militer Amerika Serikat, yang bekerja di lingkungan Gedung Putih, telah dinyatakan positif terkena virus korona,” kata Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Hogan Gidley seperti dilansir CNN.

Sejak itu, Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence telah dites dan dinyatakan negatif terpapar virus korona. “Mereka (Donald Trump dan Mike Pence) tetap sehat,” kata Hogan.

Menurut CNN, media yang pertama kali melaporkan berita itu, para valet adalah anggota unit militer elite yang ditugaskan di Gedung Putih dan bekerja sangat dekat dengan presiden dan keluarganya.

Pelayan pribadi itu diuji setelah dia mulai menunjukkan gejala pada hari Rabu (6/5/2020). “Dia dinyatakan positif pada hari Rabu,” kata Hogan.

Valet yang tak diungkapkan namanya tersebut adalah orang kedua yang bekerja di Gedung Putih terkonfirmasi positif Covid-19. Pada Maret lalu, seorang staf di kantor Wakil Presiden Mike Pence dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Beberapa orang yang hadir di klub pribadi Trump di Florida, juga didiagnosis menderita Covid-19 pada awal Maret. Gedung Putih menerapkan protokol kesehatan sejak hampir dua bulan lalu, termasuk pemeriksaan suhu.

Bulan lalu mulai dilakukan tes cepat untuk semua orang yang dekat dengan presiden. Staf diuji sekali dalam seminggu. Trump, 73, telah diuji setidaknya dua kali untuk virus korona dan negatif. Tes pertama dilakukan pada 2 April.

Pada 3 April, Gedung Putih mengatakan bahwa siapa pun yang diperkirakan berada di dekat Trump dan Pence akan dites Covid-19 secara cepat. Trump mengatakan bahwa beberapa staf yang berinteraksi dekat dengannya sekarang akan diuji setiap hari.

Pence mengatakan kepada wartawan, bahwa dia dan Trump sekarang akan diuji setiap hari juga.

Peringatan Para Ahli

Informasi kasus baru Covid-19 di Gedung Putih muncul ketika AS mulai membuka kembali ekonominya, meski ada peringatan para ahli kesehatan yang menyatakan bahwa langkah tersebut bisa menjadi “hukuman mati” bagi banyak orang Amerika.

Trump memuji gubernur negara bagian yang telah mulai melonggarkan pembatasan jarak sosial dan aktivitas bisnis, meski dia telah mengakui bahwa orang akan menderita dampaknya.

“Apakah beberapa orang akan terpengaruh parah? Ya,” kata Trump pada hari Selasa. “Tapi kita harus membuka negara kita, dan kita harus segera membukanya.”

Para ahli kesehatan masyarakat juga telah menyampaikan bahwa infeksi dan kematian Covid-19 semakin meningkat di sebagian besar AS.

New York telah menarik perhatian sebagai hotspot virus global, tapi sekarang telah meratakan tingkat infeksi. Sedangkan sebagian besar negara masih berada di puncaknya. Ketika New York berkurang, AS masih berada di lintasan infeksi baru.

“Seperti yang saya katakan, Anda tahu, saya katakan kemarin, gubernur, semua orang adalah pejuang di negara ini. Saat ini kita semua adalah pejuang,” katanya.

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here