Ajakan Jokowi Berdamai dengan Corona Ini Sangat Berbahaya, Pilihannya Nyawa atau Ekonomi

221
Jokowi.

JAKARTA – Wakil Sekjen Partai Demokrat Irwan Fecho menilai ajak Presiden Jokowi agar rakyat berdamai dengan Corona atau Covid-19 itu sangat berbahaya.

“Yang jelas ajakan Pak Jokowi kepada rakyat untuk berdamai dengan Covid-19 sangat berbahaya di situasi ini. Beliau mulai terlihat tidak sabar ingin masyarakat beraktivitas lagi,” kata Irwan kepada jpnn.com, Jumat (8/5/2020).

Anggota Komisi V DPR RI ini menilai, pernyataan itu menunjukkan Jokowi tengah berada di persimpangan jalan.

Yakni menyelamatkan masyarakat di tengah wabah corona yang masih terus meninggi atau menyelamatkan ekonomi yang terus menurun.

Hal itu karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah membuat ekonomi dalam negeri melambat dan terpuruk.

“Tapi yang mengkhawatirkan lagi bagi kekuasaan tentunya rakyat yang tidak bisa bekerja atau kehilangan pekerjaan serta rakyat yang lapar bisa marah dan turun ke jalan,” bebernya.

Ketua umum Cakra AHY ini memandang, pada posisi itu seorang pemimpin tentu seperti disoroti pilihan sulit.

Kendati demikian, Irwan menegaskan bahwa negara wajib melindungi segenap bangsa Indonesia.

Serta seluruh tumpah darah Indonesia beru kemudian memajukan kesejahteraan umum.

“Tidak bisa mengabaikan keduanya. Apalagi mengabaikan keselamatan rakyat Indonesia,” ingatnya.

Menurutnya, Jokowi harus bisa lebih bersabar sampai wabah corona di Indonesia mereda.

“Baru mengajak rakyat berdamai dengan Covid-19 alias melonggarkan aktifitas masyarakat,” sarannya.

Di sisi lain, Irwan juga mendesak pemerintah tetap menjamin pengamanan sosial masyarakat.

“Dan perlindungan sektor usaha, serta terus mengetatkan PSBB di terutama zona merah pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan keputusan pemerintah memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan lockdown alias karantina wilayah.

Menurutnya, virus corona atau Covid-19 tidak bisa diatasi dengan mengarantina wilayah atau lockdown.

Demikian disampaikan Jokowi melalui video virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2020).

“Artinya, dengan PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas, tetapi memang dibatasi. Masyarakat juga harus sadar membatasi diri, tidak boleh berkumpul dalam skala besar,” ujarnya.

Jokowi memastikan pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid-19 segera menurun.

Namun, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun, tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif.

“Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya,” tuturnya.

“Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” kata Jokowi.

Sumber Berita / Artikel Asli : jpnn/ruh/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here