Susi Pudjiastuti Bersuara Soal Video ABK Indonesia yang Dibuang ke Laut

465
Jenazah ABK Indonesia dilempar ke laut dari kapal China

JAKARTA – Video viral terkait pemberitaan anak buah kapal (ABK) WNI kapal Longxing 629 Tiongkok yang dibuang ke laut mendapatkan perhatian dunia.

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pun buka suara dan menanggapi video viral tersebut. Susi menyoroti video unggahan YouTuber Jang Hansol atau Korea Reomit yang menjelaskan pemberitaan ABK WNI di kapal Longxing 629 Tiongkok tersebut.

Dalam video itu, Jang Hansol mengutip pemberitaan media Korea Selatan, MBC yang berjudul ” 18 jam sehari kerja … jika sakit dan tersembunyi, buang ke laut (2020.05.05 / News Desk / MBC)”.

Melalui akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti, Susi turut bersedih mengetahui kejadian yang menimpa ABK Indonesia tersebut.

Ia mengatakan, kasus tersebut tidak akan terjadi bila seluruh kegiatan kapal ilegal dihentikan. Dia pun lantas teringat dengan kasus perbudakan Benjina.

“Itulah kenapa Ilegal Unreported Unregulated Fishing harus dihentikan. Ingat dulu kasus Benjina. Di bawah ini berita dari Korea (emoji bersedih),” tulis Susi Pudjiastuti seperti dikutip Suara.com, Kamis (7/5/2020).

Cuitan Susi tersebut mengacu pada video unggahan YouTuber Jang Hansol.

Sementara dalam cuitan selanjutnya, perempuan kelahiran Pangandaran itu menyebutkan bahwa kasus perbudakan di kapal sejatinya sudah terjadi bertahun-tahun.

Seperti halnya yang terjadi di perairan Somalia, ketika ABK Indonesia banyak yang meninggal akibat kelaparan.

“Tonton Benjina .. yang begini ratusan sudah terjadi bertahun-tahun. Abk Indonesia di perairan Somalia, yang mati kelaparan satu persatu dikapal dilepas pantai. Tidak ada suplai .. cari artikelnya pasti ada,” sambungnya.

Tak pelak argumen Susi Pudjiastuti tersebut mengundang perhatian warganet yang sebagian besar turut menyesalkan insiden jasad ABK Indonesia dibuang ke laut.

Sebagaimana diketahui, kisah perbudakan Benjina terungkap ke publik pada 2015.

Kala itu, Tim Satgas Pemberantasan Illegal Fishing mendapati ratusan ABK asing yang diduga menjadi korban perbudakan perusahaan perikanan berbendera Thailand di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku.

Sebanyak 322 ABK ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di areal PT Pusaka Benjina Resorces. ABK tersebut berasal dari Myanmar, Kamboja dan Laos.

Sumber Berita / Artikel Asli : Ayojakarta

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here