Kader PDIP yang Jadi Perantara Suap Harun Masiku Dituntut 2,5 Tahun Penjara

514

Jaksa penuntut umum KPK menuntut kader PDIP, Saeful Bahri, dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan penjara. Selain itu, Saeful juga dituntut membayar denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa menilai Saeful terlibat dalam kasus suap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

“Menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan menyatakan terdakwa Saiful Bahri terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar jaksa KPK saat membacakan tuntutan dalam sidang yang digelar secara teleconference, Rabu (6/5).

Jaksa menyatakan Saeful terbukti menjadi perantara suap eks caleg PDIP, Harun Masiku, untuk Wahyu Setiawan. Suap yang diberikan sebesar Rp 600 juta dalam pecahan SGD. Saeful memberikan suap tersebut melalui eks caleg PDIP yang juga mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina.

Tersangka Saeful Bahri usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/2). Foto: Nugroho Sejati/kumparan© Disediakan oleh Kumparan Tersangka Saeful Bahri usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/2). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Suap diberikan agar Wahyu mengupayakan Harun Masiku agar bisa dilantik sebagai anggota DPR melalui mekanisme PAW menggantikan Riezky Aprilia.

Akibat perbuatan tersebut, jaksa menilai Saeful telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

© Disediakan oleh Kumparan

Sumber Berita / Artikel Asli : Kumparan

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here