Politisi PKS Ungkap Ngawurnya Pelatihan Kartu Prakerja: Ini Pelatihan Apaan?

387
Sukamta. Foto; Ricardo/JPNN.com

JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta, mengkritik kartu Prakerja sebagai program yang tidak tepat sasaran dan asal-asalan peruntukannya.

Pasalnya, Sukamta mendengar, orang yang tidak sesuai kriteria justru menjadi peserta program tersebut.

“Ini program yang semakin tampak dilakukan secara ngawur,” kata Sukamta dalam pesan singkatnya, Jumat (1/5).

Sejak awal, Sukamta menyebut, program Prakerja seperti dipaksakan dalam kondisi pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19).

Konsep program diubah oleh pemerintah. Awalnya hendak digunakan mengatasi pengangguran.

Kini menjadi jaring pengaman sosial untuk buruh atau pekerja yang terdampak pandemi.

Hal itu dibuktikan dengan pengakuan sejumlah peserta di media daring yang dinyatakan lolos tapi tak sesuai kriteria.

“Mereka hanya ingin mengetahui keakuratan program ini dalam memilih peserta sesuai kriteria, dan terbukti hanya omong kosong keakuratannya,” katanya.

Selain menyoal peruntukan, Sukamta mengkritik program kartu Prakerja karena sistem pelatihan daring yang dinilainya aneh.

Pasalnya, kata Sukamta, peserta bisa mempercepat pelatihan daring, yang dilakukan dengan menyaksikan video.

Setelah mempercepat, peserta langsung mendapatkan sertifikat tanda lulus pelatihan.

Senator Senayan ini mengaku mendapat cerita bahwa peserta pelatihan bisa skip video tutorial kemudian ikut ujian ketika skornya bagus.

Anehnya, peserta tersebut bisa langsung mendapatkan sertifikat tanda kelulusan.

“Ini pelatihan apaan? Apakah bisa menjamin peserta sudah terampil?” heran dia.

Selain itu, Sukamta turut menyoroti tidak adanya bantuan permodalan bagi peserta yang lolos pelatihan daring.

Tanpa hal itu, pelatihan kerja menjadi sia-sia.

“Sekadar melihat video tutorial, dan juga tidak diberikan modal berupa alat pancing. Kan jelas pembodohan rakyat dengan pelatihan secara online senilai Rp5,6 triliun,” tutur dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : jpnn/pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here