Seruan Habib Rizieq Diprotes LIPI, Sampai Billang…

451
Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati

Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menilai seruan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang menyerukan “Ayo Sambut Ramadhan dengan Salat Jumat.” dalam poster digital justru menimbulkan kebingungan di kalangan umat muslim.

“Mencampuradukan aturan medis, politik, dan agama dalam imbauannya. Instruksi semacam ini berpotensi membingungkan umat itu sendiri,” katanya kepada wartawan, Kamis (23/4/2020).

Menurutnya, instruksi menunaikan ibadah salat Jumat di bulan Ramadan itu telah membenturkan logika ukhrawi dan duniawi. Bahkan, ia menilai hal tersebut membuat dunia seolah lebih penting daripada ukhrawi.

Sambungnya, terkait pelaksanaan ibadah di masa pandemi ini, ia pun memuji kebijakan para ulama Arab Saudi yang dengan tegas melarang salat Jumat di masjid. Menurut dia, aturan tersebut bisa menjadi landasan umat Islam di dunia.

“Mufti agung Arab Saudi saja melarang jumatan untuk mengurangi persebaran virus sesama jemaah, karena mempertimbangkan menyelamatkan nyawa diri dan orang lain itu lebih penting, karena ibadah bisa di rumah. Ya kalau ulama Arab Saudi saja sudah melarang, kan kita tinggal ikut saja, karena mereka lebih paham dalil agama dan konteksnya,” terang dia.

Lebih lanjut, ia juga menyayangkan adanya silanng suara terkait instruksi melaksanakan ibadah dari sejumlah organisasi Islam yang ada di Indonesia.

“Harusnya yang dibutuhkan sekarang itu ya persatuan dan bukan perpecahan. Saya pikir di sini penting kiranya para ulama itu menurunkan ego spiritualnya. Agama tanpa didukung sains itu malah memunculkan pola pikir irasional,” tegasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Warta Ekonomi

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here