Heboh, Ternyata Cuma Gara-Gara Urusan Ini Jokowi Bedakan Pulang Kampung dan Mudik

453

JAKARTA – Publik ramai membahas ucapan Presiden Jokowi yang membedakan konteks Pulang Kampung dan Mudik di tengah wabah pandemi covid-19 di Indonesia.

Persoalan ini menjadi penting lantaran tak lama lagi usai masa puasa Ramadhan selama sebula adalah adanya tradisi mudik.

Dalam perbincangan bersama Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa, Rabu (22/3/2020) malam, Jokowi mengakui adanya pro kontra di internal kabinet.

“Semua kementerian pro dan kontra, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju, karena kita tahu bahwa mudik itu kajian lapangan kita masih menyangkut orang yang jutaan,” ujarnya.

Meski pada akhirnya Jokowi melarang aktivitas mudik pada Rabu (22/3/2020) kemarin, namun keputusan itu dinilai banyak kalangan sangatlah terlambat.

“(Kenapa tidak dilarang sekarang) karena jangan sampai menimbulkan shock dan memunculkan masalah baru, harus ada transisinya, nanti ramai-ramai ke stasiun, ke terminal, bandara sehingga memunculkan penumpukan orang,” ungkap Jokowi.

Tak berhenti di situ, Najwa memaparkan data dari Kemenhub sudah hampir 1 juta otang curi start mudik ke berbagai daerah.

“Itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung, bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaannya, ya mereka pulang karena anak istrinya ada di kampung, kalau mudik itu di hari lebarannya untuk merayakan idul fitri,” jelas Jokowi.

Konteks itu dilihat Jokowi sebagai suatu hal yang wajar lantaran mereka yang banyak melakukan aktivitas pulang kampung karena tidak mendukungnya situasi di rantau.

“Coba dilihat di lapangan, (mending mana) mereka sewa rumah kecil, berdesakan isinya lebih 9 orang, mereka tidak bekerja, ataukah mereka pulkam tapi di sana juga sudah disiapkan isolasi dan diatur pemerintah setempat?” Jokowi menanggapi.

“Saya kira kita harus lebih detil melihatnya,” kata Jokowi.

 

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here