Bos Pertamina Buka-Bukaan, Kenapa Belum Turunkan Harga BBM?

384

Jakarta- Harga minyak dunia terus menunjukkan tren penurunan, banyak yang bertanya-tanya kapan harga bahan bakar minyak (BBM) ikut menyesuaikan harga?

Pertanyaan soal harga ini juga diajukan oleh beberapa anggota komisi VII DPR RI saat rapat dengar pendapat secara virtual bersama direksi Pertamina.

Terkait hal ini, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) buka-bukaan soal kondisi usaha perseroan di sektor hilir yang dalam beberapa bulan terakhir babak belur dihajar pandemi corona.

Nicke menjelaskan, selama ini pendapatan Pertamina dikontribusikan besar oleh sektor hilir seperti penjualan BBM. “Kondisi normal, 70% revenue kami dari hilir,” kata Nicke, Selasa (21/4/2020).

Tapi dari sisi profit atau keuntungan, masih disumbang besar oleh sektor hulu mencapai 80%.

“Nah sekarang, kondisi yang terjadi adalah permintaan menurun dan revenue tidak bisa terdongkrak dan tak bisa menambah portofolio kami,” jelasnya.

Penurunan penjualan sampai saat ini mencapai 24%, jika PSBB diberlakukan lebih luas diperkirakan penurunan penjualan akan semakin tinggi.

Sementara untuk kondisi hulu yang biasa mendorong profit juga sedang diuji dengan turunnya harga minyak dunia saat ini. Ini bahkan menyebabkan Pertamina setop beberapa operasi kilang dan melakukan pemeliharaan, karena mengimpor BBM jatuhnya lebih murah ketimbang impor crude dan diolah kilang.

Ia memberi contoh misal harga crude adalah US$ 24 per barel, harga produk malah bisa lebih murah untuk gasoline atau BBM yakni US$ 22,5 per barel.

Soal harga BBM, Pertamina sudah berkonsultasi dengan Kementerian ESDM baik terkait formula maupun soal harga pasokan di hulu. Sebab Pertamina memiliki kewajiban membeli minyak dari KKKS di dalam negeri yang saat ini harganya masih cukup tinggi.

“Semoga pemerintah ambil keputusan yang cepat,” kata dia.

Lagi pula, ia menjelaskan, kondisinya di pasar saat ini demand atau pembelian juga sedang turun. “Ini harga murah mau kita promosikan bagaimana pun tidak ada yang berani, tidak ada yang mau beli barang kita. Jadi pendapatan itu tidak bisa kami dapatkan,” ujarnya.

Dampaknya bagi Pertamina nanti akan negatif.

Namun, Nicke menjelaskan sebagai BUMN pihaknya akan menunggu keputusan pemerintah. “Apapun peraturannya nanti kami ikuti.”

Sumber Berita / Artikel Asli : CNBC Indonesia

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here