Belva Mundur dari Stafsus Jokowi, Dugaan Skandal Ruang Guru Tidak Gugur

398

JAKARTA — Pengunduran diri Belva Devara dari jabatan Staf Khusus Presiden Joko Widodo layak diacungi jempol.

Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, “Stafsus Milenial” itu telah menunjukkan bahwa generasi milenial masih berintegritas dan bisa menghindari konflik kepentingan di dalam pemerintahan.

“Saya mengapresiasi mundurnya kawan Belva Devara dari posisi Staf Khusus Presiden sebagai bentuk pertanggungjawaban milenial untuk lebih profesional dalam menjalankan bisnisnya,” kata Bhima dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2020).

Meski demikian, Bhima menegaskan bahwa pengunduran diri CEO Ruang Guru itu tak otomatis menggugurkan dugaan skandal perusahannya di proyek Kartu Pra-Kerja.

Ada beberapa hal yang mesti diluruskan pemerintah. Pertama, perlu dilakukan penyidikan terkait MoU mitra pelaksana Kartu Prakerja yang dilakukan sebelum peraturan teknis dikeluarkan pemerintah.

Kedua, Kartu Prakerja tidak menjawab persoalan krisis yang dihadapi. Menurut Bhima, korban PHK lebih membutuhkan bantuan berupa cash transfer atau bantuan langsung tunai (BLT) dibandingkan pelatihan online.

“Untuk mencegah pemborosan anggaran, sebaiknya pemerintah membatalkan pendaftaran gelombang kedua dan mengalihkan seluruh anggaran Kartu Prakerja agar berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang terkena COVID-19,” jelasnya.

Ketiga, Bhima menyarankan pemerintah mengalokasikan anggaran untuk subsidi internet seluruh masyarakat ketimbang memberikan pelatihan online.

“Lebih baik pemerintah memberikan subsidi internet selama 3-5 bulan kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga masyarakat bisa mengakses konten pelatihan serupa di Youtube dan platform gratis lainnya,” kata Bhima.

Di akhir, Bhima berharap enam orang “Stafsus Milenial” lainnya bisa mengikuti jejak Belva untuk menghindari konflik kepentingan. Sebagian dari mereka memang memiliki perusahaan sendiri. Sebaiknya Stafsus Millenial memilih salah satu, tetap menjadi Stafsus atau profesional mengambangkan bisnis start-up miliknya.

“Perjalanan karier kawan-kawan millenial masih cukup panjang. Generasi milenial yang jumlahnya 90 juta orang di republik ini akan mengawasi setiap langkah kawan-kawan. Maka jagalah amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kalian adalah harapan sekaligus contoh bagi rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Sumber Bertia / Artikel Asli : Ayosemarang

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here