Stafsus Presiden Andi Taufan Harus Mundur Kalau Punya Malu

176
Laode M Syarief

JAKARTA – Surat Staf Khusus Presiden Jokowi, Andi Taufan Garuda kepada para camat agar perusahaan yang didirikannya dilibatkan dalam penanganan Covid-19 mendapat protes keras dari berbagai kalangan.

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif turut mengkritik Andi Taufan.

Syarif menilai apa yang dilakukan Andi Taufan sebagai pejabat negara merupakan bentuk konflik kepentingan.

Andi Taufan dianggap memanfaatkan jabatannya sebagai Stafsus Presiden agar perusahaan miliknya, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) bisa menjadi relawan Covid-19.

“Staf Khusus Presiden Andi Taufan @GarudaPutra ini masih muda sudah belajar memanfaatkan kesempitan untuk keuntungan pribadi melalui Amartha. Ini contoh conflict of interest akut,” tulis Syarif dalam akun Twitternya, Selasa (14/4).

Laode menyarankan agar Andi Taufan segera mengundurkan diri. Ia menyebut Andi Taufan tidak layak menjadi stafsus Presiden.

“Dia tidak layak menjadi staf khusus Presiden. Harus mundur kalau punya malu,” tegas Syarif.

Pegiat media sosial yang juga pendukung setia Jokowi, Denny Siregar mengecam Andi Taufan Garuda Putra yang melayangkan surat kepada para camat.

“Woiii, stafsus milenial. Urusan perusahaan elu ma urusan negara jangan disatuin. Gak usah sok2an pake kop surat kabinet. Elu itu mencoreng nama Presiden lu, tau gak?,” cuit Denny Siregar.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here