KSP Indosurya Gagal Bayar, Menkop Teten Didesak Segera Lakukan…

188
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Pengamat koperasi Suroto mendesak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk segera membubarkan koperasi papan nama dan abal-abal yang terdapat di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Suroto terkait dengan kasus gagal bayar Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta (KSP Indosurya) dengan nilai kerugian yang diduga mencapai Rp10 triliun.

“Kasus KSP Indosurya itu adalah fenomena gunung es. Jadi, akan terus beruntun terjadi di mana mana. Sebetulnya, kasus-kasus skala kecil secara keuangan juga terjadi di daerah. Nah, kenapa kasus semacam ini masih terus saja muncul? Karena sebetulnya ada pengabaian oleh pemerintah,” katanya kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Selasa (14/4/2020).

Suroto menjelaskan bahwa Kemenkop dan UKM berdasarkan UU Perkoperasian memang tidak memiliki fungsi kewenangan dalam pengawasan aktif terhadap koperasi. Akan tetapi, ia mengingatkan Kemenkop memiliki kewenangan pencegahan secara preventif yang sayangnya tidak dijalankan dengan baik.

“Contohnya adalah perintah untuk membubarkan koperasi papan nama dan koperasi abal-abal yang kalau ditotal itu sekitar kurang lebih 70 persen dari jumlah koperasi yang ada,” ujarnya.

Ia mengingatkan Menkop Teten bahwa pembubaran koperasi papan nama dan abal-abal sangat penting untuk mencegah kasus seperti KSP Indosurya. Apalagi, ujarnya, Menteri Teten Masduki merupakan mantan aktivis anti-korupsi sehingga pembubaran papan nama dan abal-abal akan memberikan legacy yang baik kepadanya.

“Dalam jangka pendek sekarang ini mestinya Kemenkop segeralah membubarkan 70 persen koperasi papan nama itu. Kalau tidak bubarkan saja itu Kemenkop karena tidak ada gunanya,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta (KSP Indosurya) mengalami gagal bayar dengan nilai kerugian diperkirakan hingga mencapai Rp10 triliun. Untuk itu, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, meminta kepolisian segera mengusut kasus gagal bayar tersebut.

Sumber Berita / Artikel Asli : Warta Ekonomi

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here