Tengku Zulkarnain: Gus Dur Dihina Demonstran Pura-pura Buta, SBY Dibawakan Kerbau, tapi…

290

JAKARTA – Ustaz Tengku Zulkarnain ikut menyoroti terbitnya Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1100/IV/HUK.7.1./2020 yang berisi sanksi pidana terhadap masyarakat yang menghina Presiden dan pejabat pemerintah di media sosial.

Menurutnya, pasal penghinaan terhadap presiden merupakan buatan penjajah otoriter yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2006.

“KUHP pasal 134-137 ttg Penghinaan Kepala Negara sdh dibatalkan Mahkamah Konstitusi thn 2006. Pasal Buatan Penjajah Otoriter. Sedangkan Pasal 27 dan 45 UI ITE adalah Delik Aduan. Mesti Presiden secara pribadi yg ngadu ke Polisi baru diproses. Ahli hukum @mohmahfudmd bicara dong,” tegas Tengku Zulkarnain melalui akun Twitternya, Kamis (9/4).

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengungkit penghinaan yang dialami mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Teringat Gus Dur dihina demonstran yg pura pura buta dan gaya pakaian spt beliau, dituntun perempuan bergaya mbak Yenny. Nahdhiyyin banyak yg marah, tapi Gus Dur MEMAAFKAN,” katanya.

“SBY dibawakan kerbau ditulisi SiBuYa dan dibuat spanduk “turunkan SBY skrg juga”, beliau tdk nuduh MAKAR!,” tambahnya.

Ia menambahkan, Gus Dur dituduh korupsi Bulog Gate & Brunai Gate. Kolaborasi mereka jatuhkan Gus Dur. Padahal, tuduhan keji itu tidak terbukti hingga Gus Dur wafat.

“Kelak di Hari Kiamat yg Terlibat Diadzab Allah. Dan Gus Dur akan Tertawa Menyaksikan Pedihnya Adzab mrk. Tapi apa mrk percaya Akhirat?,” kata Zulkarnain.

Cuitan tersebut membuat Zulkarnain dihujat habis-habisan. Namun dia menegaskan tidak ada yang salah dengan cuitan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pesan yang ingin disampaikan dalam cuitan tersebut yakni Gus Dur memaafkan orang yang menghinanya. Dan SBY tidak menuduh penghina yang meminta SBY diturunkan sebagai pelaku makar.

“Ada yg Salah…? Coba eja satu satu. Pahamkan baik baik. Jangan asal seruduk,” tandas Tengku Zulkarnain.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here