Penggugat Jokowi Soal COVID-19 Dibela Ombudsman RI: Memang Mengabaikan, Meremehkan dan Sesat

878

JAKARTA – Anggota Ombudsman RI Alvin Lie memberikan pembelaan terhadap penggugat Presiden Jokowi, Enggal Pamukti.

Enggal Pemukti menggugat Jokowi karena dinilai lalai sehingga wabah virus corona atau COVID-19 masuk ke Indonesia.

Sehingga, dirinya sebagai pelaku UMKM merugi akibat wabah virus asal Kota Wuhan itu.

Alvin Lie menilai, langkah Enggal mengajukan gugatan class action itu sangat baik.

“Ini pembelajaran dalam partisipasi publik mengawasi pemerintah,” ujarnya.

Bahkan, ia membenarkan indikasi kelalaian dan pembiaran yang dilakukan pemerintah sehingga virus itu mengjangkiti Indonesia.

“Memang mengabaikan dan meremehkan,” sambungnya.

Malah, Alvin Lie menganggap bagwa pemerintah telah membuat kebijakan yang salah.

“Sesat fokus, malah promosi pariwisata. Hingga awal Maret masih promo pariwisata. Bayar buzzers Rp72 miliar,” urainya.

Selain itu, ia menilai pemerintah terlalu percaya diri bahwa virus itu tidak akan masuk ke tanah air.

“(Pemerintah) over confident bahwa Indonesia kebal COVID-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Enggal Pramukti mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (1/4) kemarin.

Gugatan itu terdaftar dengan nomor PN JKT.PST-042020DGB.

Dalam gugatannya, Enggal menyesalkan sikap lalai dan cenderung menganggap remeh corona oleh pemerintah.

Ia menyertakan bukti-bukti berupa print out berbagai pemberitaan yang mengutip pernyataan-pernyataan pemerintah terkait virus tersebut.

Enggal pun menyatakan tidak akan mundur atau mencabut gugatan yang sudah diajukan karena yakini dirinya mendapat banyak dukungan dari rakyat Indonesia.

“Sejak awal kita semua, rakyat Indonesia, melihat ketidakseriusan pemerintah menghadapi penyebaran virus corona,” ujarnya.

Ia menganggap bahwa pernyataan-pernyataan pejabat dan pemerintah, termasuk Jokowi, memperlihatkan ketidakpedulian terhadap wabah ini.

“Seolah-olah ancaman corona ini bisa dijawab dengan joke yang gak mutu dan lawakan di (aplikasi) Tiktok,” sambungnya.

“Ini gugatan serius. Saya tidak akan mundur walau sejengkal,” tegasnya.

Enggal juga membalas pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin atas gugatannya.

Menurutnya, pernyataan Ngabalin hanya memperpanjang daftar ketidakseriusan pemerintah

“Kami sudah serahkan bukti-bukti ketidakseriusan pemerintah. Nanti kalau perlu, pernyataan Ali Mochtar Ngabalin ini juga akan kami daftarkan sebagai bukti baru,” katanya.

Namun, ia enggan mengomentari ketidaksinkronan antara pemerintah dengan Pemprov DKI.

“Sekarang ini yang dibutuhkan hanya satu: pemerintah betul-betul melindungi rakyat,” pungkasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : pojoksatu

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here