Luhut Jegal Rencana Anies, Sahroni NasDem Kutip Pernyataan Presiden Ghana

697

JAKARTA – Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni menanggapi keputusan Plt Menhub Luhut Binsar Panjaitan menjegal rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penghentian seluruh operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari dan ke ibu kota. Sahroni mengingatkan, langkah-langkah penyelamatan jiwa manusia dari virus corona harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Sahroni menegaskan, jangan sampai upaya penyelamatan jiwa manusia dinomorduakan hanya karena pemerintah belum menemukan formula atau solusi yang tepat dalam menangani penyebaran Covid-19 yang makin meluas.

“Jangan sampai jiwa manusia terus kehilangan akibat ketidaksiapan pemerintah pusat,” tegas Sahroni, Selasa (31/3)

Wakil ketua Komisi III DPR ini melihat migrasi penduduk dari satu wilayah ke lainnya adalah persoalan besar dalam penyebaran Covid-19.

Karena itu, Sahroni mendukung rencana Gubernur Anies yang akan menghentikan operasi bus AKAP dan bus pariwisata dari dan ke Jakarta. Terlebih Jakarta adalah wilayah dengan penyebaran Covid-19 terbesar di seluruh Indonesia.

“Tepat apa yang dilakukan Gubernur DKI, mengingat data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat 283 pemakaman jenazah dengan protokol pemulasaran jasad pasien Covid-19 sejak awal Maret 2020,” jelas legislator Dapil DKI Jakarta III itu.

Oleh karena itu, Sahroni merasa heran bila Menko Luhut menunda langkah penghentian operasioanal AKAP tersebut hanya dengan alasan menunggu kajian dampak ekonomi rampung. Sahroni lantas mengutip sebuah pernyataan dan sikap Presiden Ghana Nana Addo Dankwa Akufo-Addo dalam menghadapi Covid-19 yang menyatakan

“Kami tahu cara menghidupkan kembali perekonomian. Yang kami tidak tahu adalah cara menghidupkan kembali manusia.” Menurut Sahroni, ada baiknya pemerintah dalam hal ini Menko Luhut bisa bersikap bijak dan meniru apa yang dilakukan Nana Addo dalam menghadapi persoalan Covid-19 di negaranya.

Seperti diketahui Gubernur Anies berencana mengehentikan operasional bus AKAP, bus antar-jemput antarprovinsi (AJAP), serta bus pariwisata dari dan ke Jakarta. Kebijakan penghentian operasi bus tersebut merupakan langkah antisipasi mewabahnya virus corona Covid-19.

“Harapannya, dengan pelarangan ini, maka akan bisa menekan penyebaran coronavirus ini di daerah-daerah tujuan yang selama ini informasi dan laporan dari daerah itu terjadi peningkatan ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan) yang cukup signifikan,” kata Anies. (boy/jpnn)

Sumber Berita / Artikel Asli : Jpnn

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here