Pemuka Agama Bergabung Dan Berdoa Bersama Di Yerusalem Meminta Pandemik Virus Corona Usai

117
Para Pemuka Agama Berdoa Bersama/Net

Atas inisiatif Walikota Yerusalem, para pemuka agama Kristen, Yahudi, dan Islam, berkumpul dan melakukan doa bersama di Balai Kota Yerusalem.

Doa bersama ini dilakukan setelah Joint Communique, yang dikeluarkan pada 21 Maret. Joint Communique adalah pernyataan bersama yang disetujui oleh para pemuka agama.

Adanya berdoa bersama ini untuk meminta perlindungan atas wabah virus corona yang saat ini menyerang berbagai negara.

Perwakilan dari agama lain juga hadir, termasuk Druze (sebuah komunitas keagamaan yang basisnya umumnya terdapat di Timur Tengah) dan Baha’i (agama monoteistik yang menekankan pada kesatuan spiritual bagi seluruh umat manusia).

Kustodian Fransiskan dari Tanah Suci, Pastor Francesco Patton, mengatakan kegiatan ini sangat penting. Setiap agama kemudian dipersilakan mengucapkan doa sesuai tradisinya masing-masing.

“Kita akan berdoa bersama-sama kepada Tuhan yang Mahakuasa agar pandemi ini bisa berhenti,” kata Patton, mengutip dari Vatican News.

Patton mengatakan, bahwa manusia hidup dari akar yang sama.

“Ini penting karena kita semua berasal dari akar yang sama, dan dengan akar yang sama ini kita dapat mengekspresikan iman serta keyakinan untuk berdoa kepada Tuhan,” kata Pattton.

Para pemimpin di Gereja Makam Suci (Latin, Ortodoks Yunani, dan Armenia) menyatakan harapan mereka bahwa ‘dalam situasi berbahaya ini semua anak-anak Abraham bisa berdoa bersama kepada Yang Maha Kuasa untuk meminta perlindungan dan belas kasihan’.

Usai berdoa bersama, Patton mengungkapkan kemungkinan perayaan Paskah di Yerusalem tidak akan seperti biasanya.

“Akan ada sedikit perayaan, tanpa peziarah, dan dengan komunitas lokal kecil,” kata Patton. Namun dia juga menekankan kalau Paskah ini tetap sama esensinya dengan Paskah-paskah sebelumnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here