Ilmuwan China Temukan 2 Virus Corona Baru pada Trenggiling

325

Ilmuwan China menemukan dua kasus Virus Corona COVID-19 baru pada hewan trenggiling. Tragisnya, hewan yang diklaim membawa Virus Corona baru ini ternyata diselundupkan ke China. Sebab, penjualan trenggiling di negeri Tirai Bambu adalah ilegal.

Dikutip dari laman Science Alert, Jumat, 27 Maret 2020, penting dicatat bahwa pandemi yang saat ini terjadi adalah sebuah kegagalan ilmuwan Hong Kong dan China dalam mengidentifikasi. Oleh sebab itu, pasar trenggiling perlu ditelaah sebelum kejadian seperti ini terulang lagi.

Wabah COVID-19 telah dilacak kembali ke pasar di Provinsi Hubei. Studi awal menunjukan virus ini besar kemungkinan berasal dari kelelawar tapal kuda di Provinsi Yunnan, sebuah wilayah yang berbatasan langsung dengan Myanmar.

Pasar di Hubei menjual berbagai macam hewan hidup untuk dikonsumsi dan obat-obatan tradisional, yang sebagian besar berasal dari daerah tropis di Asia. Mungkin ada banyak jenis kelelawar di sana, tapi sulit diidentifikasi karena pasar telah dibersihkan sebelum wabah meluas.

Kelewar tapal kuda memang belum dijamin keberadaannya di sana, namun soal trenggiling dipastikan dijual di sana. Hewan ilegal yang terancam punah ini dianggap lezat dan sebagai tonik kesehatan, membuatnya diburu dan menimbulkan malapetaka di seluruh dunia.

Direktorat Jenderal Bea Cukai Guangxi pada 2017 hingga 2018 menemukan 18 trenggiling Malaya. Ilmuwan lalu menemukan enam molekul Virus Corona dari 43 sampel organ yang berhubungan dengan lima jenis trenggiling.

LIHAT JUGA
Ilustrasi menikah
KUA Tetap Buka, Ketahui Tata Cara Nikah di Tengah Wabah Corona
Viral driver ojek online dikira pingsan, bikin warga heboh.
Bikin Geger Warga, Driver Ojol Terkulai di Atas Motornya

Untuk mengisi urutan trenggiling yang tidak teridentifikasi, maka tim ilmuwan segera mengumpulkan setengah lusin genom dari strain trenggiling. Tidak ada yang mengarah ke COVID-19 namun ada sejumlah urutan yang tumpang tindih yang menunjukkan virus ini memiliki hubungan yang cukup erat.

Perburuan kedua untuk mendapat jaringan trenggiling didapat melalui operasi pada 2018, berdasarkan genom yang baru diperoleh. Analisa menghasilkan ada tiga yang positif dari 12 hewan.

Selain dari operasi, peneliti juga menganalisa sisik, kulit, dan jaringan trenggiling yang diambil pada awal tahun lalu. Secara keseluruhan genom Virus Corona yang baru 85,5 sampai 92,4 persen mirip dengan SARS-CoV-2 dan dua virus lain yang terkait.

Oleh karena itu, tanpa menyediakan penegakan hukum, penjualan seperti ini pasti akan terus berkembang. Pandemi Virus Corona yang saat ini terjadi adalah cara tepat untuk melakukan tindakan, terlebih ada dukungan penelitian bahwa trenggiling memiliki ancaman yang potensial.

Sumber Berita / Artikel Asli : Viva

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here