Buka Rekening Donasi, Pemerintah Terkesan Gagap Hadapi Wabah COVID-19

178
Aboe Bakar Alhabsyi (dok pribadi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — Rencana pemerintah yang akan membuka rekening khusus menampung donasi penanggulangan wabah COVID-19 dari pelaku usaha dipertanyakan.

“Tentunya terlihat aneh. Pemerintah bekerja seperti lembaga sosial atau NGO yang membuka donasi dari masyarakat,” sindir anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Aboebakar Alhabsyi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Pembukaan rekening donasi dinilainya janggal lantaran selama ini pemerintah atas nama negara sudah memungut cukai dan pajak dari masyarakat. Langkah ini seolah menjadi bukti pemerintah gagap dalam penanganan corona.

Lebih aneh lagi, jelas dia, di sisi lain pemerintah masih ngotot untuk memindahkan Ibu kota negara dari Jakarta.

“Ini mengundang tanya bagi rakyat, kenapa anggaran untuk pindah Ibu kota ada, sedangkan untuk penanganan wabah corona harus saweran dari rakyat,” kata Aboebakar.

Aboebakar mengatakan, rencana pemerintah tersebut justru membuat spekulasi buruk seolah pemindahan ibu kota dianggap lebih penting dari keselamatan warga.

“Salus populi suprema lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegas Aboebakar, mengingatkan.

Ia menekankan, seharusnya penanganan COVID-19 menjadi prioritas utama dibandingkan program lain, termasuk rencana pindah ibu kota. Semaksimal mungkin anggaran dan sumber daya negara diarahkan untuk penanganan wabah virus yang bermula dari Wuhan, China, tersebut.

“Dan sebaiknya pembukaan rekening patungan tersebut dibatalkan, karena negara masih memiliki APBN yang bisa dialokasikan untuk penanganan wabah COVID-19 tersebut,” imbuh Aboebakar yang juga ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR.

Sumber Berita / Artikel Asli : Ayojakarta

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here