Usai PKS dan Demokrat, Giliran PAN Tolak Rapid Test Corona untuk DPR dan Keluarga

176

JAKARTA– Penolakan terhadap rencana tes cepat (rapid test) identifikasi virus corona atau Covid-19 bagi anggota DPR dan keluarganya satu per satu muncul ke publik. Setelah Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat, giliran Fraksi PAN menyuarakan hal serupa.

PAN menilai keselamatan tenaga medis dan masyarakat yang terpapar harus diutamakan. Di tengah situasi seperti ini, semua pihak harus cerdas dan arif dalam menetapkan skala prioritas penanganan virus corona.

“Saya agak terkejut mendengar usulan itu. Tiba-tiba kok malah anggota DPR dan keluarganya yang diutamakan. Padahal, jelas kasat mata, banyak tenaga medis dan masyarakat yang terpapar. Merekalah yang lebih penting untuk didahulukan,” kata anggota Fraksi PAN DPR Zainuddin Maliki, Selasa (24/3/2020).

Dia menuturkan, rapid test bagi anggota legislator bukan kebijakan formal DPR, melainkan usulan dari kesekjenan. Dia memastikan bahwa para anggota DPR lebih mengutamakan tenaga medis dan masyarakat yang terpapar.
Atas dasar itu, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini mengusulkan agar rencana rapid test pada anggota DPR dan keluarganya dibatalkan. Lebih baik jika DPR fokus mencari jalan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kompleks penanganan virus corona ini.

“Kalau mau mengadakan test, silahkan laksanakan secara sendiri-sendiri. Itu hak. Tidak ada yang bisa melarang. Tetapi kalau dilaksanakan kolektif itu tidak baik. DPR dinilai hanya mau menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya,” ucapnya.

Dia melanjutkan, agar isu rapid test bagi anggota DPR dan keluarganya tidak berlarut-larut, pimpinan DPR sebaiknya segera meminta agar kesekjenan membatalkan kegiatan tersebut. Walapun belakangan diketahui bahwa anggaran rapid test merupakan hasil sumbangan para pimpinan dan anggota, dia menilai masyarakat melihat ada yang janggal.

“Kalaupun ada sumbangan, lebih bagus jika disumbangkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,”ucapnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat DPR menolak rencana pemeriksaan rapid test identifikasi virus corona yang akan dilasanakan untuk 575 legislator dan anggota keluarga. Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono, rapid test seharusnya diprioritaskan untuk masyarakat umum yang masih kesulitan mendapatkan akses.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Menurut dia, tenaga medis dan masyarakat terpapar mesti diprioritaskan untuk rapid test ini. Untuk diketahui, rapid test untuk anggota legislatif pusat rencananya bakal digelar pekan ini di kompleks perumahan anggota DPR di Kalibata dan Ulujami, Jakarta Selatan (Jaksel).

Sumber Berita / Artikel Asli : iNews 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here