Imbau Jokowi Bersiap Hadapi Kondisi Terburuk akibat Corona, Rocky Gerung: Dijejer di Depan Istana

351

Pengamat Politik Rocky Gerung mengingatkan pemerintah untuk siap menghadapi hal terburuk yang bakal terjadi akibat Corona.

Dilansir TribunWow.com, Rocky bahkan memprediksi soal perekonomian setelah Indonesia diserang Corona‘>Virus Corona.

Hal itu secara terang-terangan disampaikan Rocky melalui channel YouTube Rocky Gerung Official, Senin (23/3/2020).

Pengamat Politik Rocky Gerung dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (23/3/2020).
Pengamat Politik Rocky Gerung dalam kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (23/3/2020). (YouTube Rocky Gerung Official)

Di awal penjelasannya, Rocky mengungkap keadaan terburuk yang mungkin dihadapi Indonesia setelah Corona‘>Virus Corona menyerang.

“Saya mengusulkan agar bersiap terhadap keadaan yang buruk yaitu keresahan sosial,” kata Rocky.

“Nah keadaan keresahan sosial selalu diikuti oleh penanganan secara kekerasan, dan itu berbahaya.”

Menurut Rocky, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harusnya mengupayakan pertemuan dengan tokoh daerah hingga pemuka agama.

Hal itu dinilainya perlu untuk bisa membujuk masyarakat untuk mau menaati imbauan pemerintah.

“Jadi sebelum tiba ke situ, coba pertimbangkan, dijejer di depan istana presiden mengundang tokoh dari beberapa daerah termasuk akademisi, pemimpin rohani,” ucap Rocky.

“Supaya sama-sama mengucapkan itu.”

Rocky menambahkan, pemerintah perlu menyampaikan kepada publik bahwa saat ini negara dalam kondisi darurat akibat Corona.

 

Terkait hal itu, ia lantas menyinggung dampak ekonomi yang bakal dialami negara akibat Corona.

“Jadi poin saya adalah beri tahu bahwa kedaruratan ini menyangkut nasib negeri ini,” jelas Rocky.

“Kalau kasus meningkat, tingkat kematian ikut meningkat, itu berarti ada sumber daya ekonomi dalam satu-dua tahun ke depan merosot.”

Ia menilai, Corona akan berdampak pada anjloknya perekonomian.

“Itu juga berpotensi memperburuk ekonomi kan?,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rocky bahkan memprediksikan perekonomian bakal semakin merosot dua tahun ke depan.

“Pertumbuhan kita juga merosot dalam dua tahun ke depan hanya akibat kekacauan koordinasi ini,” kata Rocky.

“Sumber daya kita bukan akan lenyap, tapi terpotong energinya, terpotong peluangnya untuk menghasilkan ekonomi baru.”

Tak hanya itu, Rocky lantas menyinggung profesi kesehatan yang kini berhadapan langsung dengan pasien Corona.

Ia menjelaskan, profesi kesehatan seolah akan mengalami frustrasi karena menangani virus dengan nama lain Covid-19 itu.

“Tapi lebih dari itu, profesi kesehatan kemudian akan mengalami semacam kelelahan psikologi, semacam frustrasi,” kata Rocky.

“Dan itu akan berbekas,” sambung mantan dosen Universitas Indonesia itu.

Melanjutkan penjelasannya, Rocky justru menyinggung usulan IDI soal pemberlakukan lockdown di daerah secara bertahap.

Rocky menilai, usulan tersebut sudah melewati pertimbangan matang oleh para dokter.

“Jadi pemerintah mesti tahu bahwa IDI mengucapkan itu bukan karena dia rapat di warung kopi,” jelasnya.

“Tapi karena dia lihat dari hari per hari, dari jam per jam keseriusan dari kasus ini.”

Simak video berikut ini menit ke-9.48:

 

Alasan Belum Lockdown

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terang-terangan mengungkap alasan kebijakan lockdown belum juga diterapkan di Indonesia meskipun korban terus bertambah.

Dilansir TribunWow.com, Jokowi pun menyinggung tingkat kedisplinan masyarakat Indonesia dalam menjalankan imbauan pemerintah.

Jokowi menilai, setiap negara memiliki kondisi yang berbeda.

Sehingga, tak semua negara harus menerapkan kebijakan lockdown untuk mencegah pandemi Corona.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam tayangan YouTube tvOneNews, Selasan (24/3/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam tayangan YouTube tvOneNews, Selasan (24/3/2020). (YouTube tvOneNews)

 

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam Rapat Terbatas (Ratas) dengan gubernur seluruh Indonesia yang disiarkan saluran YouTube tvOneNews, Selasa (24/3/2020).

“Ada yang bertanya pada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan?,” ucap Jokowi.

Terkait hal itu, ia pun menyinggung kondisi dan kedispilinan setiap negara yang berbeda-beda.

“Perlu saya sampaikan bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda, memiliki kebudayaan yang berbeda, memiliki kedisiplinan yang berbeda,” ucap Jokowi.

“Oleh sebab itu kita tidak memilih jalan itu.”

Hingga kini, Jokowi mengaku sudah memiliki analisa soal negara yang menerapkan kebijakan lockdown akibat Corona.

Ia menilai, kebijakan paling tepat untuk diterapkan di Indonesia yakni jaga jarak dengan orang lain atau physical distance.

“Dan itu sudah saya pelajari, saya memiliki analisa-analisa sewaktu ini dan semua negara ada semuanya kebijakan mereka apa, mereka melakukan apa, kemudian hasilnya seperti apa, semuanya dari Kementerian Luar Negeri,” kata Jokowi.

“Terus kita pantau setiap hari sehingga negara kita memang yang paling pas adalah physical distancing.

Jokowi meyakini, phisical distancing adalah cara paling tepat untuk mencegah penyebaran virus dengan nama lain Covid-19 itu.

“Menjaga jarak aman, itu yang paling penting,” ujar Jokowi.

“Kalau itu bisa kita lakukan saya yakin bahwa kita akan bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini.”

Karena itu, mantan wali kota Solo itu mengajak semua masyarakat Indonesia untuk disiplin menjaga jarak dari orang lain.

Bahkan, Jokowi turut menyinggung warga yang diisolasi namun tetap melakukan kegiatan di luar rumah.

“Tetapi dibutuhkan sebuah kedisiplinan yang kuat, membutuhkan ketegasan yang kuat,” imbuh Jokowi.

“Jangan sampai yang sudah diisolasi, saya membaca sebuah berita sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan.”

“Ada yang sudah diisolasi masih beli handphone dan belanja di pasar. Saya kira kedisplinan untuk diisolasi itu yang paling penting.”

Sumber Berita / Artikel Asli : TribunWow

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here