Lawan Corona, Jokowi: Saatnya Semua Saling Bantu

230

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta seluruh lapisan masyarakat bergotong royong menghadapi pandemi virus corona Covid-19. Dia meminta setiap individu berbagi semangat dan saling berbagi cerita positif agar terhindar dari paparan virus tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

“Saling berbagi cerita yang bisa memberikan semangat agar kita bisa terhindar dari wabah ini,” katanya.

Doni melanjutkan bahwa ada satu hal dari para pakar untuk terhindar dari paparan virus corona, yakni menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Oleh karena itu, menjaga asupan gizi dan perasaan, serta pikiran menjadi sangat penting.

“Jadi ketika saatnya kita berpapasan dengan masyarakat yang sudah terlanjur positif, kita punya daya tahan yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, Presiden juga meminta setiap pejabat daerah dapat menerjemahkan ancaman yang semakin serius dari pandemi virus corona di Indonesia. Hal ini juga harus diikuti dengan panduan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Dalam hal itu gubernur harus memberikan penjelasan utuh sampai ke tingkat paling rendah, yakni desa dan kelurahan.

“Demikian juga harus melibatkan semua potensi yang ada di kelurahan, seperti halnya PKK, karang taruna, Posyandu, RT/RW, termasuk juga relawan-relawan yang diorganisir,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Senin (23/3/2020) pukul 20.58 WIB, Indonesia melaporkan 579 kasus positif. Sebanyak 30 di antaranya telah sembuh, sedangkan 49 pasien meninggal dunia. Sisanya, atau 500 orang dalam masa perawatan.

Berdasarkan wilayah penyebaran, lima wilayah di pulau Jawa menjadi daerah tertinggi infeksi virus corona. DKI Jakarta melaporkan kasus positif terbanyak, yakni 353 orang atau lebih dari separuh catatan nasional. Kemuian diikuti dengan Jawa Barat (59 kasus), Banten (56 kasus), Jawa Timur (41 kasus), dan Jawa Tengah (15 kasus).

Sumber Berita / Artikel Asli : Bisnis

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here