Obat Klorokuin untuk Atasi Corona Dapat Mematikan bagi Anak-anak

427
Chloroquine untuk Obati Virus Corona

Chloroquine atau klorokuin, obat anti-malaria yang dicek oleh Presiden AS, Donald Trump untuk uji klinis dalam melawan virus corona dapat mematikan bagi anak-anak.

Demikian menurut sebuah keluarga di Oklahoma, AS, yang mengatakan putri mereka meninggal karena meminumnya.

Lana dan Steve Ervin dari Tulsa kehilangan anak mereka, Ashley, setelah anak mereka tidak sengaja menelan apa yang diyakini sebagai pil klorokuin 37 tahun lalu.

Mereka mengatakan kepada The Oklahoman, masyarakat harus waspada terhadap efek samping obat yang berpotensi mematikan.

“Kita harus memberi tahu orang-orang ini berbahaya,” kata Lana.

“Ketika saya pertama kali mendengar mereka mengatakannya, saya pikir saya perlu memberi tahu orang lain.”

Kembali pada tahun 1983, tanpa diketahui Ashley menemukan obat anti-malaria, yang tersimpan di laci kamar mandi.

Steve telah menggunakan obat untuk menangkal malaria pada perjalanan misi ke negara-negara asing.

Lana mengatakan, dia tidak bermaksud mencegah orang minum obat anti-malaria jika peneliti membuktikan itu dapat memerangi virus corona.

“Semoga itu benar-benar melayani pengobatan Covid-19,” katanya kepada surat kabar itu.

“Tapi orang tua, kakek dan nenek, semua orang perlu tahu. Itu berbahaya.”

“Kami telah diingatkan betapa berbahayanya obat anti-malaria pada saat itu,” kata Lana.

“Saya percaya itu perlu peringatan yang kuat ketika diberikan untuk Covid-19, karena saya yakin orang-orang yang akan mendapatkannya mungkin berusaha sembuh di rumah, bukan dengan perawatan di rumah sakit.”

“Jika mereka di rumah, mereka mungkin memiliki anak di sana yang bisa meminum obat tersebut.”

Sebagai catatan, klorokuin bukan termasuk golongan obat yang dijual bebas, melainkan hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Scott Schaeffer, direktur pelaksana Oklahoma Center for Poison and Drug Information, mengatakan kepada The Oklahoman bahwa hydroxychloroquine juga sedang ditinjau sebagai pengobatan Covid-19 yang potensial.

Hydroxychloroquine cenderung ditoleransi lebih baik daripada chloroquine, tetapi perlu waspada akan keduanya.

Hydroxychloroquine tidak seburuk itu, tetapi masih harus berhati-hati untuk menjauhkannya dari jangkauan anak-anak, karena dapat memiliki efek yang sangat mirip chloroquine,” kata Schaeffer.

Sumber Berita / Artikel Asli : Kompas

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here