Jokowi: BIN, TNI, Dan Polri, Akan Bantu Proses Pelacakan Kontak Dan Klaster Baru Virus Corona Yang Ikut Tablik Akbar Di Malaysia

352

Sekitar 600 WNI mengikuti tablig akbar pada 28 Februari-1 Maret lalu di Masjid Sri Petaling, Malaysia. Sementara Malaysia adalah negara yang memiliki kasus virus corona.

Presiden Joko Widodo memastikan tim reaksi cepat bentukan pemerintah akan langsung melacak kemungkinan 600 warga negara Indonesia (WNI) yang ikut acara tablig akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia, terpapar virus corona.

Pelacakan juga akan dilakukan tiap ada klaster baru.

“Setiap klaster baru, tim reaksi kita pasti langsung masuk,” ujar Jokowi dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/3).

Proses pelacakan dibantu oleh Badan Intelijen Nasional (BIN), TNI, dan Polri. Tim itu pula yang membantu proses evakuasi WNI di luar negeri, proses observasi, termasuk melacak kontak yang pernah berhubungan dengan pasien positif corona.

Kementerian Kesehatan Malaysia sebelumnya telah mengumumkan terdapat 12 kasus corona baru pada Kamis (12/3).

KBRI di Kuala Lumpur telah mengimbau kepada seluruh WNI yang menghadiri acara tablig akbar itu untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan pemerintah Malaysia, terutama bagi yang merasa mengalami gejala Covid-19.

Mereka juga mengimbau WNI peserta tabligh akbar untuk melakukan karantina mandiri atau menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang-orang sekitar selama 14 hari sejak berpartisipasi dalam acara tersebut.

Sumber Berita / Artikel Asli : Rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here