Italia Karantina 16 Juta Orang, Ferdinand: Indonesia Malah Ngotot Formula E

222

Politikus dari Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyindir kebijakan pemerintah kota Jakarta yang bakal tetap menggelar ajang balapan Formula E pada bulan Juni mendatang di tengah krisis virus corona.

Melalui akun Twitter-nya @FerdinandHaean2, politisi yang pernah menjadi juru bicara pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi pada 2019 itu menyebut pemerintah terlalu ngotot mengadakan ajang balapan tersebut di tengah merebaknya wabah virus corona baru atau COVID-19.

“Di Indonesia, ada yang ngotot gelar E Formula yang pesertanya ada dari negara yang kasus corona-nya cukup besar,” tulis Ferdinand via akun Twitter-nya.

Ia membandingkan keputusan tersebut dengan negara Italia yang mengarantina 16 juta orang dan membatalkan ajang Formula E untuk mencegah penularan COVID-19.

Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter).
Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter).

“Italia menutup tempat-tempat umum, mengkarantina sekitar 16 juta jiwa dari 14 provinsi, membatalkan Formula E di bulan April 2020. Ini tindakan yang benar untuk menekan penyebaran corona.”

Penularan virus corona di Italia hingga saat ini terbilang sangat tinggi. Dikutip dari Daily Mail, sebanyak 7.375 orang dilaporkan telah terinfeksi virus tersebut. Sementara, korban jiwa yang meninggal hingga saat ini mencapai 400 orang. Kabar terbaru dari The Libyan Address Journal, Kepala Militer Italia dilaporkan positif terjangkit virus corona. Informasi itu diumumkan pada hari Minggu (8/3/2020).

Ini mengubah posisi Italia menjadi negara dengan kasus virus corona tertinggi kedua setelah China, menggeser Korea Selatan.  Tak heran jika pemerintah negara tersebut menutup total seluruh museum, bioskop, teater dan membatalkan acara-acara yang melibatkan banyak orang di satu tempat guna menekan penyebaran virus corona.

Sementara itu, di Indonesia, hingga saat ini ada enam kasus yang terkonfirmasi positif terjangkit virus corona. suara

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here