Home Berita Masuk Akal Jika Pengumuman Kasus Corona Dilakukan Demi Investasi, Tapi Tidak Bijak

Masuk Akal Jika Pengumuman Kasus Corona Dilakukan Demi Investasi, Tapi Tidak Bijak

339

Sikap pemerintah yang mengumumkan adanya virus corona di Indonesia belakangan dikait-kaitkan dengan langkah IMF (Dana Moneter Internasional) yang menyiapkan pinjaman 50 miliar dolar AS bagi negara berpenghasilan rendah maupun berkembang untuk menangani Covid-19.

Melihat hal itu, analis politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah menyampaikan, dugaan tersebut dianggap masuk akal meski tak bijak.

“Masuk akal jika alasan pemerintah lakukan under reporting soal virus corona demi investasi, tetapi itu jelas tidak bijak dan minim empati kemanusiaan, bahkan kepada warga negara sendiri,” ujar Dedi ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/3).

Mundur ke belakang, Dedi menyoroti adanya ketidaktegasan pemerintah dalam mengantisipasi corona. Jika pemerintah sejak awal menutup laju WNA, khususnya warga negara China masuk ke Indonesia, virus yang telah merenggut lebih dari 3000 jiwa di dunia itu tak akan menjangkit tanah air.

“Tapi kepekaan sosial pemerintah lebih rendah dari kepekaan kapital, sehingga lebih senang membiayai influencer dan membuka selebar-lebarnya pendatang wisata. Tentu ini persoalan,” ujarnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga gagal konsisten ketika secara tegas mengatakan tidak ada virus corona, namun tiba-tiba awal Maret kemarin mengumumkan ada dua orang terjangkit corona.

“Ini sama saja menempatkan warga negara dalam ketidakpastian wabah virus, Menkes seharusnya bertanggung jawab soal ini,” tandasnya. rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here