Gandhi Fernando Sesalkan Bambang Soesatyo Beri Pertanyaan Soal Pancasila ke Kalista

373
Gandhi Fernando.

SOSOK Ketua MPR, Bambang Soesatyo ikut disorot dalam insiden Kalista Iskandar finalis Puteri Indonesia asal Sumatera Barat (Barat) yang tak mampu menjawab dengan baik kelima sila Pansila.

Pasalnya, Bambanglah yang memberikan pertanyaan tersebut. Dia meminta Kalitas menyebutkan kelima sila dalam waktu 30 detik pada malam puncak Puteri Indonesia, Jumat (6/3/2020).

Bambang dituding tak seharusnya memberikan pertanyaan hapalan di malalm final tersebut, yang biasanya diramaikan dengan pertanyaan tentang pandangan finalis terhadap satu isu dan masalah yang berkembang.

Kalista tak mampu menyebutkan sila keempat dan kelima dengan baik, mendapat bullyan di media sosial hingga hari ini. Kalista disebut tak pantas jadi finalis karena pertanyaan dasar seperti itupun dia tak bisa menjawab.

Namun, bagi model dan aktor Gandhi Fernando orang cerdas sekalipun bisa salah jika berada dalam tekan diminta menjawab hapalan dalam waktu 30 menit.

Gandhi yang juga hadir pada malam itu menuliskan pandangannya via Insta Storynya.

“Gue enggak setuju sama pertanyaan Sumatera Barat Kalista Iskandar menjawab Pansila 5 dasar. Sorry gue hapal mati Pancasila 5 dasar. Tapi kalau disuruh dijawab depan seluruh rakyat Indonesia, gue yakin juga bakal belibet. Itu enggak fair,” jelasnya.

Sebab, dia meyakini kalau jawaban benar orang akan bereaksi biasa saja karena itu soal Pancasila. “Kalau jawab salah, satu kata aja pasti fatal. Apalagi di atas panggung gugup begitu,” lanjutnya.

Gandhi pun menuliskan pesan Bambang Soesatyo. “Bapak Bambang Soesatyo yang terhormat, coba anda di depan ribuan orang di JCC, saya rasa tidak akan semudah itu,” tegasnya.

“Gue tadi tanya sana sini sama alumni-alumni, mereka aja bingung kalau ditodong suruh jawab sesuatu yang hapalan sejak SD. Gue yakin dosen Ilmu Politik sekalipun suruh jawab dalam 30 detik bakal nervous!,” tambahnya.

Gandhi mengatakan di atas panggung tidaklah gampang. “Jadi tidak adil buat Kalista dapat pertanyaan itu, apalagi sekarang dibully ribuan orang yang merasa sok pintar. itu bisa merusak psikologis Kalista sekarang, trauma pasti. So, this is not right!,” pungkasnya dengan tagar #IStandforKalista,#WeStandforKalista.

(nin/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here