Warga Akui Ditolak Cek Corona di RSPAD, Diduga Karena Pembatasan Kuota

169

Putri (bukan nama sebenarnya) menyatakan ditolak melakukan pemeriksaan COVID-19 di RSPAD Gatot Subroto. Hal tersebut ia nyatakan dalam talkshow tvOne melalui sambungan telepon.

“Jadi setelah saya lihat berita, bahwa ada dua orang terinfksi, saya inisiatif (screening corona),” kata Putri.

Alasan Putri ingin periksa corona adalah karena ia sebelumnya berobat di RS yang sama dengan dua orang positif corona di waktu yang sama.

“Di rumah sakit yang sama di waktu yang sama berobat,” tambahnya.

Selang dua hari berobat, ia masih mengalami flu dan meriang yang kemudian membuat ia memutuskan untuk melakukan screening corona di RSPAD.

“Saya datang ke bagian informasi lalu saya sampaikan maksud saya kenapa saya berinisiatif melakukan screening corona,” kata dia.

Namun ia ditolak bagian informasi lantaran pemeriksaan sudah memenuhi batas kuota. “Lalu bagian informasi bilang, udah enggak bisa kalo hari ini berobat karena pasien ternyata dibatasi hanya 25 orang,” ujarnya.

Tak puas dengan pihak informasi, ia kemudian menuju ke bagian pendaftaran. Hasilnya sama, Putri menemukan tulisan pembatasan permeriksaan corona: “Pendaftaran poliklinik corona dibatasi sejumlah 25 pasien sehari”.

“Saya tanya, itu masalah pembiayaan ada biaya engga? Ternyata itu ada biaya satu juta,” tambahnya.

Menurut informasi yang didapatkan Putri, biaya tersebut adalah untuk rontgen dan pemeriksaan dokter.

Masih belum yakin, esoknya Putri datang ke RSPI Suliyanti Saroso di mana ia mendapatkan perlakuan yang lebih baik. “Waktu di RSPI saya diminta ke posko yang menangani corona, itu enggak bayar sama sekali.”

Di posko corona RSPI, ia mengaku hanya diinterogasi dan dinyatakan aman dari corona.

“Pertama ini akan jadi masukan bagi pemerintah, untuk menjaga konsistensi memperbaiki SOP-SOP pelayanan, kami akan lakukan crosscheck,” ujar Tenaga Ahli Utama KSP. suara

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here