Aktivis Gereja Jadikan 240 Wanita Budak Seks, Paksa Korbannya Bercinta dengan Hewan

2552

Seorang pemimpin kelompok pemuda gereja di Brasil, Roney Schelb (32) dituduh telah melakukan pemerasan kepada setidaknya 240 wanita untuk dijadikan budak seks. Tidak hanya itu, Schelb juga dilaporkan memaksa beberapa wanita untuk berhubungan seksual dengan hewan hingga pria lainnya. Dalam aksinya, pemuda Brasil ini juga diketahui menyuruh korbannya untuk menandatangani sebuah kontrak seks mirip dengan adegan salah satu film erotis Hollywood, Fifty Shades Of Grey.

Dilansir dari Daily Mail pada Senin (21/10), Schelb diketahui bekerja sebagai perwakilan penjualan sekaligus sukarelawan di sebuah gereja di Kota Muriae, Minas Gerais. Namun, di balik ‘pekerjaan suci’ di gereja, Schelb justru menyambi menipu ratusan wanita untuk mengirimkan video atau foto intim dengan janji bayaran dengan kisaran mencapai USD 970 (13,6 juta) hingga USD 2.400 (Rp33,7 juta).

Berdasarkan penuturan pihak kepolisian Minais Gerais, Schelb pun diketahui telah melakukan aksi pelecehan seksual kepada ratusan wanita yang tersebar di 11 negara bagian setidaknya selama empat tahun. Sementara, penyidik utama Magno Machado Nogueira, menjelaskan bahwa dalam menjalin kontak dengan para korban, tersangka membuat beberapa media sosial serta profil WhatsApp palsu.

Namun, setelah mendapatkan kemauannya, Schelb justru mengirimkan para korbannya tanda terima transfer bank palsu sebagai dalih pembayaran. Gambar atau video porno yang dikirimkan oleh korbannya tersebut lantas dijadikan alat untuk memeras korbannya. Dalam aksinya ini, Schelb akan mengancam akan menyebarkan video atau gambar telanjang korbannya kepada teman atau keluarga mereka jika tidak mau menjadi budak seks tersangka.

Salah satu korban Schelb bahkan menuturkan bagaimana tersangka juga kerap memeras korban agar mengirimkan video atau foto intim hingga 20 kali dalam satu hari. Selain itu, polisi juga meyakini bahwa Schelb telah memaksa beberapa korbannya untuk bertemu dan langsung memperkosa mereka.

Mengejutkannya lagi, polisi menjelaskan bahwa Schelb juga memaksa para korban yang tinggal jauh dari rumahnya untuk berhubungan seksual dengan pria lain bahkan hewan. Tentu saja, setelah menuruti kemauan Schelb, korban diminta untuk mengirimkan video hubungan seksualnya kepada tersangka.

Untuk memperlancar aksi perbudakannya tersebut, pihak berwenang juga menuturkan bahwa tersangka menggunakan semacam kontrak seks yang mirip dengan film atau novel dewasa ternama Amerika Serikat (AS), “Fifty Shades Of Grey”. Secara garis besar kontrak Fifty Shades Of Grey ala Schelb tersebut berisi pernyataan korban yang mengizinkan tersangka untuk berbuat apa saja sesuai dengan keinginannya.

Tidak hanya itu, dalam kontrak tersebut, Schelb juga memberikan sebuah poin yang menyatakan bahwa ia bisa memberikan hukuman seperti pemukulan jika korbannya tetap bersikeras tidak mau menuruti perintah.

Schelb telah ditangkap oleh pihak kepolisian pada 11 Oktober lalu di rumahnya di Belo Horizante. Saat penggebrekan, polisi menemukan dokumen berisi rincian informasi korban lengkap dengan laptop, tablet, hingga kostum seks. Setidaknya, hingga Senin lalu, polisi sudah mengantongi sekitar 1.600 catatan kontak yang dia buat dengan para korbannya melalui telepon.

Polisi juga menyebutkan bahwa korban Schelb meliputi delapan anak di bawah umur, gadis remaja, wanita muda, hingga perempuan setengah baya. Polisi pun langsung memburu Schelb selama sekitar sebulan setelah salah satu korbannya mengajukan pengaduan ke Kantor Polisi Kejahatan Maya di Brasil.

Namun, saat ditangkap, Schelb nyatanya membantah segala tuduhan yang dilancarkan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, apa yang dilakukannya bukanlah sebuah tindakan pemerkosaan.

“Ketika Anda berbicara tentang pemerkosaan, Anda membayangkan tindakan kekerasan atau sesuatu (yang lain). (Tetapi) Saya tidak pernah melakukan itu, saya tidak bersalah,” ucap Schelb.[akurat]

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here