Saat Prabowo Bilang ‘Umpama Kami Tidak Masuk Kabinet’ Sambil Melirik Jokowi

215

JAKARTA – Sinyal bergabungnya Partai Gerindra dengan koalisi pendukung pemerintah semakin benderang.

Setelah Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menggelar pertemuan di Istana Merdeka, Jumat (11/10/2019).

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Prabowo menegaskan kedatangannya ke Istana itu untuk meyakinkan Presiden bahwa Gerindra akan membantu pemerintah selama lima tahun ke depan.

“Kami ingin membantu dan kami siap membantu kalau diperlukan,” ujar Prabowo.

Namun, Prabowo juga seolah memberikan ‘ancaman’ kepada Jokowi jika memang partainya nantinya tak masuk ke dalam Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jilid II.

Ia menegaskan, partainya tetap bisa berada di luar pemerintahan dengan menjadi penyeimbang.

“Kalau umpamanya kami tidak masuk kabinet, kami tetap akan loyal di luar sebagai, apa istilahnya, check and balance. Sebagai penyeimbang,” tegasnya.

 

Gestur lain yang cukup ‘mengancam’ yang ia tujukan langsung kepada Jokowi.

“Kan kita di Indonesia enggak ada oposisi ya, Pak,” ucap Prabowo sembari melirik Jokowi.

Di sisi lain, mantan Danjen Kopassus itu juga menegaskan bahwa dirinya dan Jokowi tetap mengutamakan kepentingan nasional di atas segala hal.

Karena itu mantan Pangkostrad itu pun menegaskan komitmennya untuk berperan dalam memajukan bangsa dan negara.

“Tetap, kami merah putih di atas segala hal, kami akan berperan. Saya kira demikian,” tegasnya.

“Hubungan saya baik, bisa dikatakan mesra begitu ya, Pak?” pungkas Prabowo.

Sementara, Jokowi mengakui, salah satu yang dibahas dalam pertemuan keduanya itu adalah soal bergabungnya partai berlambang kepala burung Garuda itu dengan koalisi pemerintah.

Akan tetapi, Jokowi menyatakan bahwa pembicaraan tentang koalisi itu belum final.

“Untuk urusan satu (koalisi) itu belum final,” ungkap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memastikan bahwa Partai Gerindra bakal masuk ke dalam koalisi pendukung pemerintah.

“Kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kami,” ucap Jokowi.

Ditanya apakah hal itu membenarkan kabar masuknya tiga anak buah Prabowo sebagai menteri, Jokowi tak memberikan jawaban pasti.

Hanya saja, ia mengesankan bahwa pembicaraan tentang hal itu masih belum final

Kendati demikian, Jokowi berjanji akan mengumumkannya ke publik bila sudah ada finalisasinya.

“Tadi sudah saya sampaikan, kan masih belum final. Kalau nanti sudah final, baru nanti kami sampaikan berdua lagi ya,” pungkas Jokowi.

Untuk diketahui, sebelumnya sudah beredar tiga nama kader Partai Gerindra yang disebut-sebut akan menjadi menteri di Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jilid II.

Mereka adalah Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo dan Fadli Zon serta mantan cawapres Sandiaga Uno.

(ruh/pojoksatu)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here