Polri Sortir Peran Perusuh Dan Penyusup Aksi SMA

217

Sebanyak 649 pelaku anarkis telah diamankan Polri saat unjuk rasa di gedung DPR RI. Di antara mereka yang ditangkap, polisi mendapati sejumlah pelaku yang diduga menyusup di aksi SMA.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengaku pihaknya tengah menyortir para perusuh yang ditangkapi.

“Di Jakarta Utara kemarin sudah meirilis ada 36 orang yang diamankan terkait penyusupan dengan menggunakan seragam sekolah. Anak tersebut isi (badannya) tatoan semuanya dan mereka dibayar bervariasi antara Rp 20 sampai Rp 40 ribu,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/10).

Para penyusup itu memang ditugaskan untuk meramaikan aksi, sekaligus membuat kerusuhan usai aksi damai yang dilakukan oleh para mahasiswa, rata-rata mereka dibekali dengan bom molotov.

Saat ini, kata Dedi, penyidik tengah mengumpulkan alat bukti untuk menetapkan status hukum sesuai peran masing-masing perusuh tersebut.

“Itu nanti akan diklasifikasikan, siapa yang melakukan penyerangan kepada petugas, siapa yang melakukan 170 KUHP (tindak kekerasan), melakukan pembakaran, dan lain sebagainya,” jelas dia.

Sejauh ini, terdata korban dari anggota Polri yang mengalami luka-luka sebanyak 41 orang, sementara dari pihak pengunjuk rasa 209 orang.

“Semua masih dalam luka-luka ringan, masih dalam proses penanganan medis oleh beberapa rumah sakit. Ada RS Polri, RS AL, Pelni, RSPP, Bidokes, kemudian RS Bakti Mulya, juga klinik DPR MPR,” pungkasnya. rmol

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here