Orang Minang Kecewa: Jokowi Mundur Aja, Tak Ada Empati Kita Dikampak Lalu Dibakar di Wamena

116

JAKARTA – Tak sedikit publik menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan menutup mata terkait insiden Wamena, Papua berujung korban Jiwa.

Kebanyakan korban meninggal dari masyarakat pendatang di antaranya dari Suku Minang, Suku Bugis, dan lainnya.

Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, Andre Rosiade pun menyatakan kekecewaannya kepada presiden.

“Terus terang kami kecewa respons pemerintah sampai saat ini belum ada. Rakyatnya ada puluhan orang meninggal dunia, tetapi beliau (Presiden Jokowi) mengucapkan belasungkawa saja tidak,” kata Andre, Minggu (29/9).

“Malah dia punya waktu mengucapkan bela sungkawa untuk wafatnya Presiden Prancis Jacques Chirac, yang mungkin Jokowi sendiri belum pernah ketemu,” sambungnya kecewa.

Andre mengingatkan Presiden Jokowi bahwa ada perintah Konstitusi UUD 1945 yang wajib dilaksanakan, yaitu melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.

“Faktanya di sana yang terbunuh itu mendapat perlakukan dikampak, dibacok, lalu dibakar. Kami mencatat presiden tidak punya empati sama rakyatnya. Kalau enggak mampu, ya anda mundur saja dari presiden. Ini urusan nyawa,” tegasnya.

Andre menjelaskan kondisi warga Minang di sana. Menurutnya, ada sebagian pihak berkeinginan untuk pulang tetapi ada juga yang mau bertahan.

Yang pasti Andre meminta pemerintah untuk segera memulihkan situasi. Pemerintah diminta untuk menjamin keamanan masyarakat yang tinggal di sana. Ia juga menuntut pihak berwenang memberikan bantuan evakuasi kepada masyarakat yang ingin keluar.

“Kirim pasukan untuk memulihkan kepastian keamanan agar situasi kembali kondusif. Kedua, tambah Hercules untuk yang mau keluar dari Wamena agar diberikan akses untuk kemudahan,” pungkasnya.

(sta/rmol/pojoksatu)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here