Nenek Gendong Jenazah Bayi Bikin Heran Pemprov DKI

123

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta heran dengan seorang nenek di Cilincing, Jakarta Utara yang menggendong jenazah bayi yang merupakan cucunya. Pemprov DKI pun langsung melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab nenek menggendong jenazah cucunya tanpa menggunakan mobil jenazah.

Peristiwa nenek menggendong jenazah cucunya ini jadi viral di media sosial. Saat itu, nenek bernama Dian Islamiyati berjalan di Jalan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (17/9).

“Semua SOP (standard operating procedure) harus ditaati. Bila ada yang meninggal, harus ditunggu dua jam, dan harus menggunakan mobil jenazah. Nanti kita periksa di dalam apa yang sesungguhnya terjadi di situ,” ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Menurut Anies, pihaknya telah mendapat laporan tentang peristiwa itu. Anies mengungkapkan pihak keluargalah yang memutuskan jasad bayi segera dibawa.

“Ibu usianya 16 tahun, melahirkan di puskesmas (Cilincing). Usia bayinya 24 minggu, kalau tidak salah, usia janinnya, kemudian meninggal. Neneknya usia 36 tahun. Kemudian di situ yang kemudian kita dari laporan yang baru saya terima bahwa keluarga memutuskan untuk membawa segera,” ujar Anies.

Meski demikian, Anies mengatakan timnya masih melakukan investigasi di lapangan mengapa keluarga tersebut tidak menggunakan fasilitas mobil jenazah. Padahal, dia mengatakan, seharusnya jasad tersebut harus dibawa dengan mobil jenazah.

“Nah di sini nanti kita sedang investigasi di lapangan. Menurut info sementara, keluarga kukuh mau segera membawa. Yang seharusnya itu dibawa dengan mobil jenazah,” ucap Anies.

“Cuma memang kalau ukuran jenazahnya itu orang dewasa, ya memang pasti menunggu mobil jenazah. Cuma karena ukurannya bayi mungkin dianggap mudah, gampang, nah ini yang nanti kita akan cek lagi di lapangan,” sambung Anies.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Utara Kompol Sungkono mengatakan jenazah bayi yang digendong oleh neneknya itu diketahui meninggal karena keguguran.

“Meninggal karena keguguran,” kata Sungkono saat dihubungi wartawan, Rabu (18/9).

Kapolsubsektor KBN Marunda Aiptu Wayan Putu, yang melihat Dian, kemudian bertanya-tanya. Hingga akhirnya diketahui Dian ternyata menggendong bayi yang sudah meninggal.

Mengetahui hal itu, Wayan merasa iba. Dia pun kemudian menawarkan bantuan untuk mengantarkan Dian ke rumahnya di Kampung Malaka RT 07 RW 12 Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Sang nenek, Dian Islamiyati (36) pun mengungkapkan alasannya menggendong jenazah cucunya sendiri tidak dan menggunakan mobil jenazah.

“Nggak (meminta ambulans), nggak ada juga. Saya sih nggak mempermasalahkan. Sudahlah gitu saja. Yang penting semua baik-baik saja, gitu saja,” kata Dian, saat ditemui detikcom di kediamannya, Jalan Malaka I, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (19/9/2019).

Di sisi lain menurut Dian, pihak puskesmas juga tidak menawarkan ambulans. Namun dokter puskesmas sempat menanyakan bagaimana Dian akan membawa pulang jasad cucunya.

“Nggak (ada tawaran ambulans dari puskesmas) sih, cuma dokter sempet bilang ke saya, ‘ ibu pulang menggunakan apa?’, ‘menggunakan motor dok’. (Kata dokter) ‘dengan siapa?’, ‘dengan keponakan saya dok’, saya bilang begitu,” ujar Dian.

“‘Ok ibu hati hati di jalan, tapi nanti kalau seandainya di jalan ada apa-apa, atau ketilang polisi, ibu serahkan saja surat dari dokter’. Itu langsung saya tunjukin surat dari dokter untuk bukti,” sambung Dian.

Belakangan Dian mengungkap sesungguhnya puskesmas punya ambulans, namun tidak diperuntukan mengantar jenazah.

“Saya sih diberitahukan belum ada fasilitas ambulans untuk jenazah. Sebenernya ada sih ada dua ambulans, tapi satu untuk khusus obat, satu khusus untuk pasien. Kayak tadi saya dianterin barusan,” imbuh Dian seusai pulang dari Puskesmas Cilincing.
(nvl/knv) detik

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here