Ternyata Lima Hal Ini Jadi Kendala Investasi di Indonesia

294

Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM mencatat, setidaknya ada lima kendala yang sering dihadapi investor untuk bisa berinvestasi di Indonesia. Kendala ini nyatanya telah membuat nilai investasi ke Indonesia menurun.

Dikutip dari Instagram @bkpm_id, Minggu 15 September 2019, dijelaskan lima kendala tersebut yaitu regulasi berbelit, akuisisi lahan yang sulit, infrastruktur publik yang belum merata, pajak dan insentif serta tenaga kerja asing dan tenaga kerja terampil.

Untuk itu, Kepala BKPM mengatakan akan melakukan inventarisasi produk-produk regulasi dan perizinan yang menghambat pertumbuhan investasi, serta daftar komitmen investasi perusahaan yang sampai saat ini belum dapat terealisasi.

“Saya sudah dikasih izin pak Presiden untuk marah-marah dalam beberapa minggu ini saya akan angkat suara mengenai hal-hal yang sebetulnya sangat konyol aturan-aturan, syarat-syarat yang sangat memberatkan,” tegas Thomas.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas tentang Ekosistem Investasi di Kantor Presiden, Jakarta pada 11 September 2019, Presiden Jokowi meminta jajaran di bawahnya untuk segera menginventarisasi segala regulasi mengenai ekonomi dan investasi yang dirasa menghambat gerak pemerintah meningkatkan ekonomi.

Menurut Thomas, Presiden optimistis Indonesia bisa meraih peluang besar dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Presiden menjelaskan melambatnya pertumbuhan ekonomi global menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi resesi semakin besar. Sehingga, Indonesia harus merespons kekhawatiran dengan menyiapkan langkah-langkah antisipatif, salah satunya membuat ekosistem investasi yang menarik bagi investor. viva

View this post on Instagram

Dalam Rapat Terbatas tentang Ekosistem Investasi di Kantor Presiden, Jakarta (11/9), Presiden @jokowi meminta jajarannya untuk segera menginventarisasi segala regulasi mengenai #ekonomi dan #investasi yang dirasa menghambat gerak pemerintah dalam upaya meningkatkan laju ekonomi nasional. . Kepala BKPM @tomlembong mengatakan bahwa Presiden @jokowi optimistis Indonesia bisa meraih peluang besar dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. . Sebaliknya, Indonesia malah ikut terseret arus ketidakpastian yang ditunjukkan melalui macetnya FDI dan tak diliriknya Indonesia oleh pabrik-pabrik yang hengkang dari Tiongkok. . Presiden menjelaskan bahwa melambatnya pertumbuhan ekonomi global menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi resesi yang semakin besar. #Indonesia harus segera merespons kekhawatiran tersebut dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif, salah satunya dengan membuat ekosistem investasi yang menarik bagi investor. . Presiden akan terus mengadakan rapat berkala setiap 2-3 hari selama sebulan ke depan untuk memastikan permasalahan yang menghambat pertumbuhan investasi dapat dituntaskan segera. . #InvestasiUntukKita #InvestIndonesiaNOW #BKPMinfo

A post shared by BKPM Republik Indonesia (@bkpm_id) on

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here