Pendapat Para Tokoh untuk Habibie

85

Jakarta – Wafatnya Presiden ketiga BJ Habibie di usia ke-83 tahun membawa duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Berikut ini ungkapan duka para tokoh atas kepergian pria kelahiran Parepare, 25 Juni 1936, tersebut.

Joko Widodo (presiden RI):
Dalam setiap persoalan yang ada di negara kita ini, baik yang berkaitan dengan ekonomi, kebangsaan, beliau langsung menyampaikan solusinya, jalan keluarnya. Jadi, saya kira beliau adalah seorang negarawan yang patut kita jadikan contoh dan suri taeladan di kehidupan.

Megawati Soekarnoputri (presiden kelima RI):
Bangsa Indonesia kehilangan sosok pemimpin inspiratif yang tidak pernah mengenal lelah memberikan semangat agar putra-putri Indonesia berjuang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kunci kemajuan bangsa.

Prabowo Subianto (ketua umum Partai Gerindra):
Beliau itu bapak bangsa. Saya pengagum beliau. Pak Habibie itu teman diskusi yang sangat mengasyikkan dan menyenangkan.

Anies Baswedan (gubernur DKI Jakarta):
Ini pengalaman kita semua. Dalam jutaan rumah tangga di Indonesia selama bertahun-tahun, orang tua mengingatkan anak-anak ‘Nak belajar yang rajin, biar bisa seperti Pak Habibie’. Pak Habibie itu inspirasi bagi jutaan rumah tangga dan jutaan anak-anak.

M Amien Rais (mantan ketua MPR):

Pak Habibie itu solih. Beliau teladan dalam segala bidang. Orangnya tidak mau berlebihan dan tulus. Menurut Habibie, kunci kehidupan itu ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bingkai iman dan takwa. Itu sebabnya sampai sekarang dikenal istilah iptek dan imtak.

Sri Mulyani Indrawati (menteri keuangan):
Contoh dan sekaligus teladan dan juga menjadi alasan bagi kita untuk optimis, bahwa Indonesia dengan banyak sekali anak bangsa seperti beliau pasti akan bisa maju ke depan. Beliau contoh paket lengkap untuk menjadi panutan bangsa. Pak Habibie mampu menyelamatkan Indonesia dari paparan krisis ekonomi. Dia juga membawa Indonesia menjadi negara yang demokratis.

Tjahjo Kumolo (menteri dalam negeri): Kita semua kehilangan sosok pemikir dan pengayom dari beliau yang selama ini pikiran dan tenaganya dicurahkan untuk kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Fahri Hamzah (wakil ketua DPR):
Kalau menurut saya orang seperti Pak Habibie harusnya mendapatkan hadiah Nobel. Beliaulah yang menjaga demokrasi dari sebuah negara demokrasi terbesar nomor tiga di dunia sekarang.

Fadli Zon (wakil ketua DPR):
Kita kehilangan salah seorang putra terbaik bangsa. Presiden Habibie merupakan tokoh bangsa yg memimpin Indonesia di masa transisi. Ia sendiri figur luar biasa dalam dunia dirgantara.

Hammam Riza (kepala BPPT):
Prof Habibie memberi kesempatan besar kepada kami dengan memberi ribuan beasiswa hingga kami dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) iptek, yang menguasai iptek agar dapat berkarya, melakukan transformasi industri, dengan filosofi bermula di akhir dan berakhir di awal.

  1. Pendeta Gomar Gultom (sekretaris umum PGI): Gereja-gereja di Indonesia mengungkapkan duka cita mendalam atas berpulangnya Bapak BJ Habibie. Beliau adalah seorang negarawan sejati, yang telah meletakkan dasar-dasar demokrasi di Indonesia.

Din Syamsuddin (mantan ketua umum PP Muhammadiyah):
Sebagai pendiri dan ketua umum pertama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Habibie telah tampil sebagai motivator bagi kebangkitan intelektual Islam di Indonesia. Saya kira Indonesia mengalami kemajuan pesat yang dihargai dunia ketika mampu mengembangkan high tech. Begitu pula selama memimpin, Habibie dalam waktu singkat telah melahirkan UU yang sangat berharga khususnya konsolidasi reformasi Indonesia. (AS) indonesiainside

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here