Teror Ular di Asrama Mahasiswa Papua Itu Provokasi dan Adu Domba

81

SURABAYA – Isu teror ular di Asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur menjadi perbincangan ramai.

Kabarnya, ada orang tidak dikenal berpakaian preman melempari asrama mahasiswa Papua dengan ular piton sebanyak tiga ekor pada Senin (9/9/2019) dini hari sekitar pukul 04.20 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menduga ada skenario adu domba di balik isu teror tersebut. Sebab, menurut dia, asrama tersebut dijaga ketat oleh aparat keamanan.

“Teror ular? Kayaknya ada skenario internal,” kata Frans saat dihubungi, Senin (9/9).

Untuk merespon hal itu, jajarannya saat ini sudah turun untuk menyelidiki kabar tersebut.

“Kita masih lidik ya, karena kita jaga setiap hari. Di luar itu polisi semua loh itu. Apa yang mau dilempar? oleh siapa? Itu pertanyaannya,” jelasnya.

Oleh karena itu, polisi belum mengetahui pasti pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam perkara ini.

“Sementara ini masih dalam penyelidikan kita belum tahu itu,” imbuhnya.

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto pun berpendapat demikian.

Dia menyebut ada pihak yang ingin memecah belah Indonesia. Sehingga dibuat kabar-kabar miring.

“Ini kan usaha untuk kembali memprovokasi, mengadu domba antara kita dengan kita akan terus berlangsung. Mereka tidak senang kalau keadaan itu aman dan kondusif,” ucapnya.

Oleh karena itu, Wirnato meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi tersebut. Aparat sendiri akan mengusut tuntas peristiwa ini supaya tida menimbulkan kegaduhan.

“Enggak ada lah ya, orang lempar-lempar ular itu,” pungkas Wiranto.

(jpg/pojoksatu)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here