Kapolda Jatim soal Pelemparan Ular ke Asrama Mahasiswa Papua: Hoaks

108
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut kasus teror ular dalam karung di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya, merupakan berita bohong alias hoaks.

Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, mengatakan teror ular tersebut hoaks lantaran belum ada laporan kepada pihak berwajib. Selain itu pihaknya hingga kini kesulitan mendapatkan barang bukti maupun konfirmasi atas teror tersebut dari penghuni asrama.

“Kami sampai saat ini menyatakan bahwa itu hoaks karena belum bisa mengkonfirmasi, belum bisa mengetahui. Dan kami meminta kalau itu memang ada laporan, kami akan proses,” ujar Luki di rumah makan Consulate, Surabaya, Senin (9/9) malam.

“Seperti kasus kemarin yang tadinya provokasi, kita bisa ungkap semuanya dengan bukti-bukti yang kami dapat. Walau pun kami minta keterangan saksi belum mau. Kita masih gunakan saksi-saksi yang lain. Kita cari saksi masyarakat yang lain. Apa betul ada ular yang masuk? Dilempar atau yang lain. Kita akan minta masukkan juga. Kita akan sesuai prosedur,” tambahnya.

Ia pun telah meminta pihak ketiga seperti LBH Surabaya untuk berkomunikasi dengan mahasiswa Papua di asrama terkait kabar teror itu.

“Kami belum bisa komunikasi secara langsung. Kami berusaha berkomunikasi menggunakan perantara-perantara. Baik tokoh-tokoh Papua, melalui ormas, LBH. Bisa mendapatkan apakah yang diinginkan. Kita bisa tindaklanjuti,” ucapnya.

Ular yang dilemparkan ke Asrama Papua. Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya salah satu mahasiswa penghuni asrama, Yoab Orlando, mengaku asramanya dilempari 2 karung berisi ular oleh orang tak dikenal sekitar pukul 04.19 WIB, Senin (9/9).

“Iya memang benar. Iya ada pelemparan ular dengan karung. Jadi ularnya saya sendiri belum tahu, tapi jenisnya mirip piton,” ujar Yoab saat dihubungi kumparan, Senin (9/9).

Yoab menyebut, satu ular yang berada di karung beras berhasil diamankan. Sementara, ular yang berada di kantong kain tak berhasil diamankan. Sebab, ular tersebut berhasil keluar terlebih dahulu.

Ia menuturkan, sejumlah penghuni merasa was-was lantaran khawatir ular tersebut dapat mengganggu para penghuni. Meski demikian, Yoab mengaku belum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Menurut Yoab, sejumlah teror diterima penghuni asrama usai pihaknya menolak kedatangan Gubernur Papua pada 27 Agustus lalu. Teror itu seperti dilempari cat minyak berwana merah.

Ular yang dilemparkan ke Asrama Papua. Foto: Dok. Istimewa

kumparan

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here