Misteri Produk Esemka Identik Mobil Buatan Cina

429

Boyolali – Tak lama setelah berita peresmian dan launching mobil Esemka ini di media, banyak yang justru menyamakan mobil Esemka seri Bima dengan Changan Star Truck buatan dari China. Mobil berjenis pick up ini memiliki kapasitas hingga 1.200 cc yang digadang untuk mendukung aktivitas pertanian di pedesaan.

Gatra.com berkesempatan melihat saat peresmian dan launching mobil ini yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. Sederet nama menteri pun hadir dalam peresmian pabrik serta launching ini, seperti  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendi hingga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Dari luar, pabrik mobil Esemka yang berada di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali ini memiliki bangunan seperti pabrik pada umumnya. Bangunan pabrik berada di depan jalan kecil yang hanya dapat dilewati dua mobil bersimpangan. Bangunan pabrik yang tertutup membuat pabrik tidak terlihat dari luar. Hanya ada lambang dengan tulisan Esemka di bawahnya. Lalu tertulis nama PT Solo Manufaktur Kreasi.

Di sisi kiri tulisan dengan lambang tersebut ada pagar dengan lebar sekitar 15 meter. Pintu pagar ini menjadi akses keluar masuk dari dalam pabrik. Saat melewati pabrik, langsung terlihat gedung yang cukup luas.

Sebelum acara peresmian dimulai, Gatra.com sudah berada dalam gedung ini. Bersama dengan para awak media lain, Gatra.com mengambil foto mobil-mobil yang berjajar di dalam gedung. Termasuk foto jajaran mobil pick up berwarna putih yang didisplay di samping lokasi peresmian.

Tampak luar, mobil tersebut memang mirip dengan mobil Changan buatan China. Keduanya pun memiliki bodi yang sama. Diwawancarai sebelum acara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memang mengatakan, Esemka sebagain besar kompenenannya dibuat di dalam negeri. ”Mobil ini memiliki TKDN (tingkat komponen dalam negeri) sebesar 60 persen,” ucap Budi.

Selain jajaran mobil Esemka seri Bima, ada tiga mobil lain yang ditampilkan di lokasi. Ketiganya merupakan mobil dengan jenis SUV berwarna hitam. Dari keterangan petugas yang berjaga, mobil tersebut merupakan mobil-mobil yang dibuat oleh pabrik Esemka.

Paling kiri digadang menjadi mobil Esemka seri SUV yang akan diluncurkan selanjutnya. Lalu di tengah merupakan mobil Esemka paling awal, yang dulunya digunakan Joko Widodo dari Solo ke Jakarta pada tahun 2010 lalu.

Di bagian paling kanan, ada satu mobil yang terlihat paling mentereng. Kesan mewah terlihat dari luar, beberapa petugas bahkan mengelap mobil ini secara hati-hati. Pada bagian depan mobil, tak terlihat lambang Esemka seperti pada dua mobil sebelumnya.

Lambang yang tertulis dalam mobil ini adalah Moose. Dari informasi yang dihimpun Gatra.com, mobil ini kedepannya akan digunakan sebagai mobil dinas untuk RI 1. Namun saat dikonfirmasi pada petugas yang berjaga, mereka justru tidak tahu. Bahkan ada keengganan dari para petugas untuk menjawab pertanyaan.

”Wah saya enggak tahu mbak, silahkan lihat mobil yang disana saja,” ucap petugas itu sambil menunjuk pada barisan mobil Esemka seri Bima yang dijajarkan tak jauh dari sana.

Di samping tiga mobil jenis SUV itu ada pintu besar yang menghubungkan antara jajaran mobil hasil produksi dan lokasi tempat produksi. Awalnya pintu besar itu dibuka lebar saat para tamu undangan VIP melihat-lihat.

Namun saat beberapa wartawan masuk ke dalam dan mengambil gambar, beberapa petugas langsung mengusir dengan tegas. Pintu tersebut lalu ditutup oleh tiga orang petugas. Tak hanya itu, petugas juga meminta wartawan menjauh dari tiga mobil SUV dan meminta wartawan kembali ke kursi bersama para undangan lain.

Kejadian pelarangan mengambil gambar proses produksi bahkan juga terjadi saat Jokowi berada di lokasi. Usai memberikan sambutan Presiden Jokowi sempat melihat-lihat di ruang uji pamer. Saat itu pintu penghubung ruang produksi dan ruang pamer dibuka kembali.

Sayangnya rombongan presiden hanya lewat dan langsung menuju ke bagian belakang pabrik. Wartawan yang mengikuti Presiden Jokowi pun diminta agar lebih cepat berjalan. Setelah rombongan wartawan keluar dari pabrik bersama rombongan, pintu tersebut ditutup kembali.

Selama acara, Gatra.com dan beberapa wartawan tak mendapat kesempatan mewawancara Direktur Utama PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) Eddy Wirajaya. Hanya saja dalam sambutannya dia mengatakan mobil Esemka ini buatan anak bangsa.

Rintisan industri otomotif melalui mobil Esemka ini mampu meningkatkan sumber daya manusia Indonesia hingga menjadi lebih unggul. “Kami ini 100 persen perusahaan swasta nasional. Jadi bukan mobil nasional seperti yang selama ini dipahami,” ucap Eddy.

Meski industri PT Esemka 100 persen swasta, operasional pabrik Esemka melibatkan anak-anak lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). “Kami menyeleksi sendiri dan mereka dilibatkan secara langsung. Harapannya, hadirnya mobil Esemka ini bisa memberikan kontribusi untuk kemajuan di Boyolali secara khusus dan Indonesia secara umumnya,” ucapnya., Gatra.com

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here