Menhan Sebut Kelompok di Papua Terafiliasasi ISIS, Komisi I: Itu Dugaan

335

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut ada kelompok pemberontak di Papua yang terafiliasi dengan ISIS. Hal tersebut diungkapkan saat memberikan keterangan terkait permasalahan Papua di hadapan Komisi I DPR RI.

Mendengar pernyataan Ryamizard secara langsung, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menilai yang dikatakan Ryamizard masih sebatas dugaan. Ia juga mengaku tak membahas lebih lanjut ihwal pernyataan tersebut saat sesi pertemuan digelar tertutup.

“Begini, tadi itu hanya dugaan bisa jadi seperti ada itu juga, nunggangi. Tapi tidak (ada) pembahasan lebih jauh lagi, karena bisa jadi ada yang nunggangi dan karena muncul video-video semacam itu bisa jadi itu juga penyesatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggaung jawab,” kata Abdul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (5/9/2019).

Ia mengemukakan, pernyataan adanya kelompok pemberontak terafiliasi ISIS tersebut hanya sebatas dugaan. Karena didasari juga melalui temuan serupa di media sosial.

“Dugaan karena memang beredar di sosial media kan, itu kan bisa dibuat atau mungkin dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena memang juga kenyataannya kita cari siapa yang bertanggung jawab juga enggak ada,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan ada indikasi kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat karena campur tangan kelompok separatisme yang bertujuan memisahkan diri dari NKRI.

Ia juga menyinggung terkait keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap berulah di wilayah Papua. Menurutnya, istilah KKB tidak terdapat dalam nomenklatur karena yang sebenarnya merupakan kelompok pemberontak bersenjata. Dan kelompok tersebut memiliki tujuan serupa dengan kelompok separatisme.

Terkait Papua, Berdasarkan catatannya, Ryamizard menyebutkan jika ada tiga kelompok yang terlibat di dalamnya. Bahkan, secara gamblang diungkapkannya, salah satu kelompok tersebut terafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

“Perlu kami jelaskan, kelompok di Papua ini ada tiga kelompok, yaitu kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik dan kelompok pemberontak klandestin. Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di tanah Papua,” ungkap Ryamizard saat memberi keterangan terkait Papua di hadapan Komisi I DPR RI, Kamis (5/9/2019). [suara]

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here